Atasi Banjir Pemkot Pesan Dua Eskavator Ampibi

ATASI BANJIR: Untuk mengatasi banjir atau genangan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik di Kota Palembang maka Pemkot sudah pesan dua eskavator Ampibi untul kerul sungai. Foto/floaitingexcavator.

ATASI BANJIR: Untuk mengatasi banjir atau genangan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik di Kota Palembang maka Pemkot sudah pesan dua eskavator Ampibi untul kerul sungai. Foto/floaitingexcavator.

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai mencari solusi cepat untuk mengatasi banjir dadakan pada saat musim hujan.
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, pihaknya terus gencar mengurangi titik terparah genangan air dan banjir dengan cara membenahi hulu anak sungai. Terlebih melihat kondisi geografis Kota Palembang dimana 53 persen rawa, menyebabkan potensi genangan air saat hujan meningkat. “Selama ini kondisi anak sungai yang dangkal dan banyaknya sampah menjadi salah satu faktor munculnya genangan air. Maka itu tahun depan (2017-red) kita akan datangkan dua eskavator Amfibi,” ujarnya, Senin (14/11).
Ia menjelaskan, Pemkot akan menggunakan dana swakelola untuk mendatangkan dua unit eskavator.  “Eskavator itu dinilai lebih efektif mengeruk anak sungai maupun rawa yang dangkal. Karena untuk jenis amfibi ini mampu menyisir sungai primer maupun sungai sekunder (Daerah Aliran Sungai-red),” jelasnya.
Sementara ini upaya untuk membersihkan DAS sudah rutin dilakukan setiap akhir pekan dengan melibatkan warga. Sungai sekunder seperti sungai Sekanak menjadi prioritas untuk dibersihkan. “Kedua unit eskvator ini akan diusulkan melalui dana CSR PDAM dan PUBM. Maka itu secepatnya tahun depan harus sudah ada,” jelasnya.
Harno tidak menampik pihaknya tidak bisa mencegah pembangunan yang tengah marak di Palembang yang sedang menuju kota metropolis. Hanya saja syarat untuk menyisakan 30 persen lahan untuk rawa tetap diutamakan.  “Jika tidak dipenuhi sampah dan tidak dangkal, maka genangan air di musim penghujan akan berkurang. Karena itu kuncinya adalah menjaga sungai agar tetap seimbang,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid PSDA Dinas PUBM dan PSDA Palembang Bastari Yusak menambahkan, sementara ini masih ada 65 titik banjir yang terus mengintai di musim penghujan. Beberapa titik rawan tersebut meliputi Fly Over simpang Polda Basuki Rahmat, R Sukamto, Seduduk Putih, Kenten dan Talang Aman. “Untuk tahun ini kita antisipasi dengan pintu air. Ditambah denga Pompa 1 di Bendung, Kolam retensi Tanjung Sari, Arafuru Provinsi, komplek PLN Sapta Marga dan Citra Damai,” ujarnya. (korankito.com/ria)