Aksi Protes Juga Dilakukan Pedagang Pasar Kamboja dan Tangga Buntung

PEDAGANG PROTES: Ratusan pedagang lakukan protes keluarnya Perwali tentang harga sewa kios, Senin (14/11). Aksi kini meluas dan dilakukan pula oleh pedagang Pasar Kamboja dan Tangga Buntung. Foto/ Ria

PEDAGANG PROTES: Ratusan pedagang lakukan protes keluarnya Perwali tentang harga sewa kios, Senin (14/11). Aksi kini meluas dan dilakukan pula oleh pedagang Pasar Kamboja dan Tangga Buntung. Foto/ Ria

Palembang – Setelah aksi mogok berjualan yang dilakukan pedagang Pasar Sekip Ujung, kini aksi serupa juga dilakukan pedagang Pasar Kamboja serta Pasar Tangga Buntung, sejak pagi hingga siang ini (Senin, 14/11)
Menyikapi hal itu Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akhirnya melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang di ruang Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang.
Hasilnya, pedagang kecewa. Kekecewaan itu diungkapkan Koordinator Pasar Sekip Ujung Agusti, bahwa para pedagang masih menginginkan besaran retribusi masih mengacu pada aturan lama. Tapi PD Pasar Palembang Jaya menetapkan harga selangit. “Dari hasil pertemuan belum ada kesepakatan mengenai harga sewa. Pedagang meminta harga pasar jangan berubah,” tukasnya.

Dikatakannya, aturan baru dari PD Pasar bukanlah kenaikan sewa, tapi perubahan harga total. Jelas hal ini ditolak pedagang. “Sebelumnya sewa kios per tahun bervariasi dari Rp 175 ribu – Rp 800 ribu per tahun. Tapi sejak ada aturan baru itu berubah jadi Rp3,7 juta per tahun. Sangat mencekik,” tegasnya.

Adanya perubahan harga sewa lapak yang ditetapkan oleh PD. Pasar dimana menghilangkan retribusi harian dan tahunan, jelasnya tetap belum bisa diterima para pedagang. Karena jika dikalkulasikan harga sewa lapak tersebut tetap mengalami kenaikan yang luar biasa.

Sementara itu Asosiasi Pedagang Pasar Kota Palembang Suparman Roman mengatakan, pihaknya siap melakukan mediasi antara pedagang dan pihak Pemkot Palembang dalam hal ini PD Pasar Palembang Jaya. Dia menyebutkan, ideal kenaikan harga sewa yang bisa disanggupi pedagang hanya sekitar 10-20%.

“Sore ini kami akan temui Walikota Palembang. Dengan begitu akan didapatkan nominal yg saling menguntungkan antara pedagang dan PD Pasar,” imbuhnya.

Menurutnya, seluruh pedagang pasar mempermasalahkan perubahan harga sewa petak yang ditetapkan dalam Perwali 38/2016. Penyesuaian harga sangat tidak masuk akal hingga sepuluh kali lipat. “Hal ini sangat krusial bagi pedagang. Selama ini aturan didasarkan Perwali 89/2011, tapi sejak perubahan yang ditetapkan per November 2016, pengelolaan malah naik 1000% atau 10 kali lipat,” tukasnya. (korankito.com/Ria)