IGI Palembang:  Libur Sabtu Akan Temui Kendala 

IGI PALEMBANG : Ikatan Guru Indonesia kota Palembang menilai rencana Kemdikbud untuk meliburkan pelajar sekolah tingkar dasar dinilai akan menemui kendala. Foto/Eja

IGI PALEMBANG : Ikatan Guru Indonesia kota Palembang menilai rencana Kemdikbud untuk meliburkan pelajar sekolah tingkar dasar dinilai akan menemui kendala. Foto/Eja

Palembang – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menetapkan hari Sabtu libur bagi pelajar tingkat pendidikan dasar yakni SD dan SMP, dinilai Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Palembang akan menemui kendala.

Menurut Ketua IGI Kota Palembang Kemas Ar Panji, hal itu akan sangat berdampak pada sistem pembagian jam mengajar dan kerja tenaga pendidik. Sebab, setiap tenaga pendidik terutama guru apalagi siswanya harus siap pulang sore mulai Senin hingga Jum’at.

“Penyesuaian terhadap jam kerja baru, harus diterapkan oleh guru. Jika sebelumnya tenaga pengajar bisa pulang berkisar jam 13.00-14.00, maka saat diterapkannya kebijakan libur keluarga guru harus pulang selambat-lambatnya jam 15.00 dari sekolah,” ungkap Kemas Ar Panji kepada Koran Kito, Ahad (13/11).

Ia mengtakan, wacana yang tertera pada kebijakan libur keluarga tersebut, guru harus berada di sekolah selama delapan jam untuk mengajar yang dimulai dari jam 07.00-15.00. “Nantinya setiap Senin hingga Jum’at, pada jam 15.00 guru baru dapat meninggalkan sekolah,” tegasnya.

Selain itu, tambah Kemas, bagi guru yang mengajar di perkotaan mereka bisa mempunyai waktu yang lebih banyak untuk bersama keluarganya terkhusus anaknya di rumah yakni hari Sabtu dan Minggu. “Sayangnya kebijakan ini akan berbanding terbalik terhadap guru yang berada di daerah dan bagi orangtua siswa yang perekonomiannya menengah ke bawah. Karena mereka akan tetap sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga waktu untuk bersama anaknya akan berkurang. Maka tidak aka nada yang mengawasi anaknya ketika anaknya libur dan orangtuanya sibuk mencari nafkah,” sambung Kemas. (korankito.com/Eja)