Bisa Dipercaya

FKIP Kimia Unsri Gelar Chemistry Fair 2016

CHEMISTRY FAIR : FKIP Unsri menggelar Chemistry Fair 2016 yang diikuti sekitar 500 pelajar se- Sumsel selama sepekan. Foto/Eja
CHEMISTRY FAIR : FKIP Unsri menggelar Chemistry Fair 2016 yang diikuti sekitar 500 pelajar se- Sumsel selama sepekan. Foto/Eja

Palembang – Sekitar 500 pelajar sekolah menengah atas (SMA) se-Sumatera Selatan (Sumsel) ikuti Chemistry Fair 2016 yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Kimia Universitas Sriwijaya (Unsri), selama sepekan yang berakhir Senin (14/11).

Ratusan pelajat tersebut beradu dalam enam cabang lomba yakni olimpiade kimia, lomba cerdas cermat kimia, lomba percobaan kimia sederhana, musikalisasi puisi, lomba akustik dan lomba tari.

Berita Sejenis

Dzumafo Perketat Pesaingan Lini Depan SFC

Polda Sumsel Sidak Pasar dan Siagakan Pasukan

Peran Motivasi Orangtua Terhadap Prestasi Anak

1 daripada 3.109

“Ini adalah gelaran chemistry fair yang ketiga, dimana pada gebyar sebelumnya hanya dilakukan pada tingkat kota  saja. Kali ini kami menggelarnya dengan skala yang lebih besar, yaitu tingkat provinsi. Animo peserta untuk berpartisipasi sangat tinggi untuk lomba tari dan percobaan kimia,” jelas Ketua Panitia Chemistry Fair 2016 Silsia Fitri kepada Koran kito, Ahad (13/11).

Ia menyebutkan para peserta menampilkan percobaan ilmiah bertemakan lingkungan, baik dari alat hingga bahannya. “Harapan kami menggelar kegiatan ini adalah saling berbagi informasi mengenai inovasi percobaan ilmiah sederhana, agar dapat menjadikan model pembelajaran sehingga kedepannya dapat mengubah mindset siswa lebih menyenangi pelajaran kimia,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan 1 Bidang A kademik FKIP Unsri Hartono mengungkapkan, kegiatan ini hampir digelar oleh setiap program studi. “Kami lakukan ini untuk memperkaya pengalaman mahasiswa dari segi aspek kreativitas yang kami fasilitasi dalam setiap gelaran kegiatannya,” tambah Hartono.

Ia juga mengatakan, pihaknya berupaya untuk menemukan inovasi pembaruan pembelajaran kimia di sekolah melalui kegiatan ini, sehingga apa saja yang telah dipelajari oleh siswa akan diujikan disini agar hal baru dapat di sharing ke sekolah-sekolah lainnya.

Selain itu, dampak dari kegiatan ini adalah agar pelajar, terutama tingkat SMA untuk menyenangi pelajaran kimia, karena kita tahu sains saat ini kurang disenangi. “Saat ini mereka cenderung lebih gemar dengan belajar yang instans saja, sedangkan kimia memerlukan proses yang lama dan sebuah ketekunan. Nah, makanya kami ingin menciptakan trik dan inovasi untuk menarik minat siswa untuk menyenangi kimia melalui pratikum percobaan kimia sederhana,” pungkasnya. (korankito.com/Eja)