Bisa Dipercaya

2017, Cetak e-KTP Bisa di Kecamatan

Ribuan E-KTP numpuk di Disducapil Kota Palembang. Foto/net

Palembang – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk melakukan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) disetiap kantor kecamatan segera terealisasi. Ini setelah mendapat lampu hijau dari Dirjen Kependudukan Kemendagri.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Ali Subri menjelaskan, alasan pencetakan e-KTP di kecamatan agar pelayanan ke masyarakat bisa lebih cepat. Apalagi saat ini perekaman data sudah semakin berkurang.

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

“Persetujuan yang diberikan oleh Dirjen Kemendagri untuk perekaman e-KTP di kecamatan seperti pendanaan yang cukup, jaringan dan alat yang memadai, serta SDM yang mumpuni,” ungkap Ali.

Dia meyakini, semua persyaratan tersebut bisa terpenuhi. Sebab, saat ini persiapan disetiap kecamatan sudah dilakukan, khususnya ketersediaan jaringan komunikasi data yang tersambung online ke Dirjen Dukcapil Kemendagri.

Adanya syarat agar pencetakan e-KTP hanya dilakukan oleh petugas pelayanan Disdukcapil, menurutnya cukup berat. Karena itu, beberapa tenaga kecamatan akan diarahkan untuk mengikuti pelatihan menjadi petugas pelayanan e-KTP yang ditugaskan pada kecamatan bersangkutan.

“Akan diterbitkan segera surat keputusan walikota terkait diklat tenaga kecamatan itu. Dengan begitu, Januari 2017 semua kecamatan siap laksanakan pencetakan,” cetus dia.

Ali menambahkan, apabila terjadi perubahan elemen data pada e-KTP, maka perubahannya tetap akan kembali ke kantor Dukcapil. Hal ini juga termasuk dalam catatan Kemendagri yang diterima pihaknya pertanggal 29 April 2016 lalu.

“Tentu akan kita patuhi aturan itu. Sebab, kita sudah dipercaya karena berhasil merekam data hampir 100%,” ujarnya.

Berdasarkan data Disdukcapil, Perekaman e-KTP berdasarkan DKP 1 per Januari – Oktober, Palembang sudah merekam 99,5% dari 1.4 juta wajib e-KTP. Artinya hanya tinggal tersisa 0,5% lagi yang mesti dipenuhi.

“Ini data tertinggi di Sumsel. Ini juga bukti koordinasi kecamatan/kelurahan sangat baik, sebab di hari minggu tetap buka layanan di lingkungan gotong royong. Jemput bola dilakukan, mulai dari mal, sekolah, hingga rumah dinas wako. Pegawai kita siap lembur, meski tidak ada uang ganti kerja,” bebernya.

Disinggung keterbatasan blangko, Ali mengakui, bagi masyarakat yang belum lakukan perekaman sama sekali akan diprioritaskan. Sementara untuk yang rekam ulang karena e-KTP hilang atau rusak akan ditunda sementara.

Ali Subri pun menghimbau masyarakat untuk segera mengambil e-KTP yang sudah selesai dicetak. Pasalnya, sebanyak 2.646 keping e-KTP saat ini masih menumpuk di kantor Disdukcapil Kota Palembang.

Penumpukan ini sudah ada sejak bulan Juli hingga Oktober 2016. Karena itu penumpukan ini sangat disayangkan. “Semuanya meliputi e-KTP ulang maupun susulan. Paling banyak dari kecamatan Sukarame,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan SMS berulang-ulang kepada warga untuk segera mengambil e-KTP nya. Sayangnya, banyak yang mengabaikan dengan alasan beragam. “Ada-ada saja alasannya belum mau ambil, lagi diluar kota, lagi sibuk, dan sebagainya. Disini terkesan kita yang perlu mereka,” ungkapnya.

Maka itu ia mengimbau masyarakat agar segera mengambil e-KTP yang sudah selesai ini. Dikhawatirkan jika sudah butuh mendesak, baru mau bergerak. “Nanti pada saat tahun ajaran baru atau mau masuk kerja, mulai ramai yang ambil. Disanalah terjadi antrean panjang. Padahal di saat ini banyak waktu senggang. Jadi bagi yang sudha di SMS segeralah ambil e-KTP nya,” tegas Ali.

Ia menambahkan, kalau sudah 3 kali di SMS dalam kurun waktu 6 bulan berturut-turut, maka e-KTP yang belum diambil akan distribusikan ke setiap kecamatan. Penyerahan tersebut lengkap dengan berita acara seperti name dan adress. “Jika ada keluhan masyarakat yang tidak ada di kecamatan maka bisa tunjukkan identitas, jadi tidak sembarangan buat,” jelasnya.

Sementara itu, Maimunah salah satu warga Seberang Ulu I mengaku sudah mengajukan pembuatan e-KTP pada bulan September lalu. Ia mengaku KTP lamanya hilang, makanya kembali membuat. “Sampai sekarang belum ada SMS pemberitahuan untuk pengambilan e-KTP tersebut. Makanya hingga saat ini saya belum ke Disdukcapil untuk mengambilnya,” ujarnya. (korankito.com/ria)