Seorang Mahasiswi Nyaris Diperkosa Sopir Angkot Plaju

NYARIS DIPERKOSA : Seorang mahasiswa SL melapor ke Polresta karena nyaris diperkosa oknum sopir angkot jurusan Ampera-Plaju di Stadion Patra Jaya, Jumat (11/11). Foto/Denny

NYARIS DIPERKOSA : Seorang mahasiswa SL melapor ke Polresta karena nyaris diperkosa oknum sopir angkot jurusan Ampera-Plaju di Stadion Patra Jaya, Jumat (11/11). Foto/Denny

Palembang- Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Palembang, SL (19) nyaris menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sopir angkutan kota (angkot) jurusan Ampera-Plaju bersama keempat temannya, Kamis (10/11) sekitar pukul 18.00.

Atas kejadian itu, korban mengalami trauma berat, dengan ditemani pamannya AR (50) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jum’at (11/11) sekitar pukul 15.00 untuk membuat laporan peristiwa yang dialaminya.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa naas yang menimpa siswi semester III ini bemula saat ia pergi ke pasal 16 Ilir untuk membelai sepatu. Kemudian, SL pulang ke rumah kosnya di kawasan Silaberanti menumpang angkot jurusan Ampera-Plaju. Setibanya korban di tempat tujuan, sopir angkot menolak berhenti malahan memacu kendaraannya ke arah Stadion Patra Jaya. Di stadion itu korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat para pelaku.

“Keponakan saya itu ditarik-tarik oleh pelaku, untung ada warga yang melintas tempat kejadian perkara (TKP), dia menjerit minta tolong, pelaku panik dan langsung kabur,’’  terang AR di hadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang.

Setelah kawanan pelaku kabur, korban meminta bantuan kepada ketua rukun tetangga (RT) setempat, serta menghubungi orangtuanya yang ada di Pulau Rimau.

“Kata keponakan saya sopir berbadan hitam kecil jerawatan dan berambut cepak. Selain itu,didalam mobil angkot itu ada tulisan love dan bonek tapi dia tidak ingat nomor lambungnya. Kami berharap agar pelaku cepat ditangkap karena keponakan kami mengalami trauma cukup berat,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Berkas korban segera dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang.  “Sudah kita terima, dan Unit PPA Polresta Palembang akan segera melakukan penyelidikan. Korban sudah kita minta untuk melakukan visum, doakan saja pelaku cepat kita tangkap,”singkatnya. (korankito.com/Denny)