Polsek Mariana Gelar Rekonstruksi Pembunuhan

 

REKONSTRUKSI: Polsek Mariana gelar rekonstruksi kasus pembunuhan Abdul Hamid warga Desa Sungai Rebo, Kamis (10/11). Foto/Denny

REKONSTRUKSI: Polsek Mariana gelar rekonstruksi kasus pembunuhan Abdul Hamid warga Desa Sungai Rebo, Kamis (10/11). Foto/Denny

Palembang- Polsek Mariana menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan warga Desa Sungai Rebo, Abdul Hamid yang terjadi Juni 2009.

Rekonstruksi yang digelar di halamam Polsek, Kamis (10/11) tersebut dihadiri dua tersangka tertangkap yakni Djono (26) dan Iwandi (24) sedangkan tersangka lainnya Joni, Rojali, dan Andi masih dalam pengejaran petugas.

Sedikitnya ada 11 adegan rekosntruksi yang dipimpin Kapolsel Mariana AKP Nazirudin dan Kanit Reskrim Iptu Apriyadi disaksikan keluarga tersangka dan keluarga korban itu.

Adegan pertama, sekitar pukul 18.00. Korban Abdul Hamid pergi menjemput istri di rumah mertuanya di Desa Sungai Rebo.Tiba ditempat tujuan di usir sang mertua Mahzur, ia pun emosi menendang ibu mertua di dekat pintu rumah, akibatnya ibu mertua jatuh dari tangga dan Hamid kabur.

Di adegan berikutnya, para pelaku Djono, Iwandi, Joni, Rojali dan Andi mengejar korban Abdul Hamid ke Jalan Selatan depan lapangan Poska, Desa Sungai Rebo. Kemudian kelima tersangka menghabis nyawa korban dengan cara Andi memukul korban sebanyak satu kali dengan tangan kosong, serta memukul tubuh Hamid menggunakan kayu sebanyak tiga kali. Tersangka Iwandi memukul korban tiga kali dibagian muka dan badan, sehingga korban pun tersungkur. Kemudian, Rojali menusuk korban sebanyak tiga kali, di bagian tulang rusuk, pinggang dan punggung dengan menggunakan pisau. Sedangkan Djono menikam pinggang Hamid sebanyak satu kali, menggunakan paku yang dibawanya. Tersangka Joni menusuk punggung korban sebanyak satu kali dengan menggunakan pisau.

Selanjutnya, dengan dibantu warga korban dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, Hamid menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalanan. “Jadi setelah melakukan penangkapan, kita melakukan rekonstruksi pengeroyokan yang mengakibatkan korban Abdul Hamid, selaku kakak ipar para tersangka. Hal ini dilakukan, biar jelas dan terang perbuatan para pelaku terhadap korban,” ujar Kapolsek Mariana, Jum’at (11/11) .

Menurut Kapolsek, adegan rekonstruksi sengaja tidak dilakukan di tempat kejadian perkara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (korankito.com/Denny)