Bonus untuk Atlet Porprov 2017 Akan Seragam

Ketua Harian KONI Sumsel Nasrun Umar. Foto/Resha

Ketua Harian KONI Sumsel Nasrun Umar. Foto/Resha

 

Palembang- Bonus untuk atlet peraih medali di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2017 akan diseragamkan. Hal ini dikatakan oleh Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Nasrun Umar.

Bersama dengan Kadispora Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo, Nasrun tengah menyiapkan formula untuk menyamaratakan bonus yang akan diterima bagi atlet yang berhasil menyabet medali di pekan olahraga dua tahunan tersebut. Sehingga di tiap kabupaten/kota di Sumsel, tidak ada lagi perbedaan terhadap bonus yang diterima.

“Jadi saya bersama Kadispora sudah membahas ini. Kita akan cari formulanya, bagaimana ini bisa berjalan dan diterapkan oleh semua KONI dan Kabupaten se Sumsel,” ujar Nasrun, ‎Jumat (12/11)

Dikatakan Nasrun, pembatasan bonus sangat penting dilakukan. Lantaran selama ini, banyak sekali yang lebih condong mengincar bonus dari pada mengincar prestasi. Bahkan ada juga yang pindah membela daerah lain karena tergiur oleh bonus yang lebih besar daripada daerahnya.

“Tidak bisa dipungkiri bonus penting. Itu hak setiap atlet juga. Tapi yang mirisnya, banyak sekali atlet yang berbondong-bondong pindah ke satu daerah hanya mengejar daerah yang bonusnya besar. Ini yang salah. Padahal tujuan dari Porprov adalah pembinaan atlet,” ucapnya.

Rencananya, bonus sendiri akan diterapkan batas atas dan bawah bagi setiap Kabupaten dan Kota. Apakah batas Rp15 juta dan batas bawah Rp 5 juta. Artinya, setiap Kabupaten bebas memberikan bonus berkisar diangka tersebut. “Dengan adanya batas tentu ini akan membantu Kabupaten dan Kota itu sendiri. Sehingga tidak menyulitkan anggaran yang harus disiapkan,” katanya.

Senada dengan hal diatas, pengurus cabang olahraga Wushu Ahmad Yani menyambut baik hal tersebut. Menurutnya, langkah yang diambil KONI merupakan terobosan yang baik demi kemajuan olahraga di Sumsel. Apalagi, saat ini fenomena banyak atlet salah niat dalam bertanding membuat semangat olahraga berkurang.

“Kalau kami dari wushu mendukung program KONI untuk masalah bonus dan pembatasan usia. Itu memang layak dilakukan untuk menyambut PON Papua nanti,” tuturnya‎

Dikatakan Yani, saat ini seringkali saat ini banyak atlet yang hijrah ke daerah lain demi mengejar bonus. Karena itu, mungkin dengan langkah yang dilakukan KONI akan sangat baik bagi mental atlet. “Kalau boleh usul bonus diseragamkan saja bagus. Tapi mungkin kesejahteraan lain masalah pekerjaan lebih baik bagi atlet berprestasi,” tukasnya.(korankito.com/resha)