Polda Sumsel Gagalkan Jaringan Narkoba International

img_2326

Palembang – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, kembali menggagalkan peredaran narkoba jenis shabu. Kali ini, empat anggota yang tergabung dalam jaringan antar provinsi dan international tertangkap tangan membawa satu kilogram sabu. Diketahui, shabu tersebut rencananya akan diedarkan di Palembang.

Keempat pelaku berinisial FB (29) warga Palembang dan tiga lainnya warga Batam, yaitu TC (30), RZ (44), dan SRT (29). Mereka diringkus di dua tempat berbeda, yakni di Hotel Sandjaja dan di depan Kantor Pos Jalan Merdeka Palembang.

Dihadapan petugas, tersangka SRT mengaku, jika dirinya membawa shabu tersebut dari Batam ke Palembang melalui jalur udara, dan barang tersebut dipecah dalam tujuh paket dan hanya disimpan dalam saku celana milik mereka.

“Selama pengiriman, shabunya kami simpan dalam saku celana pak, dan tidak terpantau oleh petugas bandara Batam dan Palembang,” ungkap tersangka SRT saat dihadirkan dalam gelar tersangka di Mapolda Sumsel, Kamis (10/11).

Selain itu, ia juga mengaku, jika dirinya tah menjadi spesialis kurir dan sudah beberapa kali mengirim sabu ke sejumlah daerah di pulau Sumatera. Sekali antar diupah sebesar Rp 20 juta per orang, dan sudah termasuk di luar biaya transportasi.

“Diupah Rp 20 juta pak, dan saya sudah beberapa kali ngirim ke Jambi, Lampung sama Palembang,” akunya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Irawan David Syah mengungkapkan, jika penangkapan empat pelaku narkoba tersebut melalui undercover buy setelah mengetahui adanya pengiriman sabu ke Palembang. Dari keterangan para tersangka, mereka merupakan bagian dari jaringan internasional yang terpusat di Malaysia.

“Keempat tersanka ini termasuk jaringan internasional melalui Malaysia-Batam. Informasinya, satu kilogram lagi sudah terkirim, tapi tidak tahu tujuannya, kini kita masih dalam masa pengembangan” tukasnya.

Masih dikatakan David, jika pihaknya akan terus mengungkap dan menggagalkan pengiriman narkoba ke wilayah hukum Sumsel, baik dari jalur darat, laut, dan udara. “Satu persatu akan kita ungkap, dan saat ini jaringan-jaringan teraebut akan terus diselidiki guna memutuskan jaringan peredaran ke wilayah hukum Sumsel,” pungkas David.(korankito.com/kardo).