Pembobol Toko Ponsel Didor

dscn1761Palembang- Dua dari tiga tersangka pembobol toko telepon seluler atau ponsel milik Abdul Rahman (46), warga Jalan KH Azhari, Lorong Taman Bacaan, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II, Palembang, ditembak anggota Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang.
Kedua tersangka adalah Dedi Susanto (33), warga Jalan  KI Kemas Rindo, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang dan Rian Paruka (27), warga Perumahan Serumpun Indah, Kelurahan Inderalaya, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Tersangka dilumpuhkan dengan timah panas di kakinya lantaran berusaha kabur dan melawan petugas.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang. Sementera tersangka YN masih dalam pengejaran petugas kepolisian Polresta Palembang.

Aksi ketiga pelaku terjadi sekitar pukul 02.00 di toko ponsel milik korban di Jalan Ki Marogan, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang. Pelaku masuk dengan cara merusak pintu menggunakan linggis.

Setelah masuk, mereka mengambil barang-barang korban berupa mesin fotokopi, voucher pulsa, alat pendengar, dan kartu perdana, yang ditaksir senilai Rp25,5 Juta.

Namun, saat hendak membawa kabur barang curian, pelaku tepergok oleh warga yang melintas di tempat kejadian perkara. Namun ketiganya berhasil melarikan diri membawa barang-barang korban.

Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara mengatakan, setelah mendapat laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Hasilnya, kedua pelaku diamankan anggota Pidum Polresta Palembang.

“Pelaku ditangkap saat hendak menjual barang curian di daerah 4 Ulu, kita terpaksa memberikan tindakan tegas karena saat ditangkap pelaku melawan dan mencoba melarikan diri,” ujarnya, Kamis (10/11) siang.

Tersangka bersama barang bukti berupa mesin fotokopi, lingggis, senjata jenis airsoft gun, dan dua buah alat pendengar musik, diamankan anggota Polresta Palembang.

“Pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara, modus yang digunakan pelaku masuk secara paksa dengan cara mencungkil pintu roling door menggunakan linggis,” tambah Andi.

Tersangka Rian mengakui sudah mencuri di toko ponsel milik korban. Menurutnya, ia baru sekali melakukan aksinya, itupun dilakukan karena tidak memiliki pekerjaan yang layak.

“Baru sekali ini, diajak oleh YN. Belum sempat saya jual, rencananya kalau berhasil uangnya akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, saya tidak bekerja,” ujar bapak dua anak ini.deny