Pedagang Miras diperiksa Polisi 

 

dscn1748-1

Palembang – Terkait banyaknya korban meninggal dunia akibat minuman keras oplosan, pedagang miras berinisial E yang tempat para korban membeli di kawasan Kelurahan 10 Ulu Palembang, diperiksa jajaran kepolisian Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang, Rabu (9/11) siang.
“Kita sudah melakukan interogasi terhadap penjual, nantinya akan kita pengembangan. Dalam hal ini, tidak ada minuman di oplos oleh penjual, dia membeli secara utuh dan bersegel,” ucap Kapolsek SU I M Khalid Zulkarnain, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/11) siang.

Menurutnya, yang melakukan oplosan minuman keras tersebut ialah korban sendiri, dengan cara mencampur dengan minum-minuman suplemen lainnya. “Jadi yang mengoplos itu korban sendiri, dengan di campur suplemen, obat batuk, obat sakit kepala,” jelasnya.

Ia pun menghimbau agar masyarakat menjauhi miras. “Dari segi agama miras sudah dilarang, dan dapat mengganggu kesehatan bagi peminum, apalagi di campur-campur. Lebih baik meminum yang bisa membuat tubuh sehat, juz, susu dan lainnya,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh orang dikabarkan meninggal dunia sedangkan lima lainnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit usai menegak miras oplosan jenis Vodka yang dicampur dengan minuman suplemen dan bersoda lainnya.

Korban yang tewas yakni, Rusdi (40) dan Beni Rio warga Jalan KH Azhari, serta Hendra Saputra (26) warga Tangga Takat, Kelurahan Seberang Ulu (SU) II Palembang, meninggal dunia pada Rabu, (9/11). Sedangkan empat korban lainnya yakni, Heru Sujitno, Andi, Septa Riyadi, dan Robby, meninggal pada Senin (8/11). (korankito.com/denny)