Korban Miras Oplosan Kembali Bertambah

img_20161109_185635

Palembang – Korban minuman keras (miras) oplosan kembali berjatuhan, tiga orang dikabarkan meninggal dunia yakni Rusdi (40) dan Beni Rio warga Jalan KH Azhari, serta Hendra Saputra (26) warga Tangga Takat, Kelurahan Seberang Ulu (SU) II Palembang.

Ketiganya merenggang nyawa setelah keracunan usai menegak miras oplosan jenis Vodka yang dicampur dengan suplemen energi ataupun minuman soda lainnya.

Ayah kandung Beni Rio, Sazili mengatakan ia mengetahui jika anaknya tersebut keracunan, setelah dirinya mendapati Beni muntah-muntah, pasa Rabu (9/11) subuh. Melihat kejadian yang menimpa anaknya itu, Sazili membawanya ke klinik 24 Jam yang berada di kawasan Plaju Palembang.

“Saya tidak tahu kelakuan dia seperti itu, karena subuh saya juga baru pulang ke rumah. Mendapati dia muntah-muntah, saya bawa dia ke dokter, tapi dokter tidak bisa menanganinya lagi, jadi saya bawa ke Rumah Sakit,” ujarnya saat ditemui di RS Muhammadiyah Palembang.

Menurut pengakuan Beni, lanjutnya, ia minum miras bukan ditempat acara orgen tunggal. Namun, saat dirinya ingib mengorek informasi yang mendalam korban menghembuskan nafas terakhir. “Belum sempat nanya lebih banyak, dia sudah meninggal dulua,” tambahnya.

Selain korban yang meninggal dunia, seorang warga yakni Zulkarnain (18) warga Hoktong, Kecamatan Plaju Palembang juga dilarikan ke IGd RS Muhammadiyah Palembang, akibat keracunan miras oplosan yang dIcampurnya dengan suplemen merk kukubima.

“Sama teman minumnya di kawasan Meritai, saya beli satu botol seharga 15 Ribu. Karena malam itu memang lagi kepingin minum. Jadi sebotol bagi berdua. Malam Minggu tadi, tapi terasa mualnya Senin pagi,” ucapnya saat di temui di IGD RS Muhammadiyah Palembang.

Terpisah Humas RS Muhammadiyah, Kholil Aziz menerangkan, sudah ada tujuh korban meninggal dunia yang sempat dirawat di rumah sakit. Beni sendiri tewas sekira pukul 08.15. Saat ini ada dua orang yang dirawat atas nama Riski dan Zulkarnain.

“Keterangan medis memang setelah mengkonsumsi miras maka efeknya terasa 2-3 hari, penderita akan mengalami mual, mulas serta menyerang organ tubuh lainnya,” pungkasnya.

Hingga saat ini, korban yang meninggal dunia akibat miras oplosan menjadi tujuh jiwa. Sementara, enam korban lainnya masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Menindak lanjuti banyaknya korban yang berjatuhan akibat miras oplosan, Jajaran Kepolisian Polresta Palembang menggelar razia miras. Namun, razia kali ini bisa dikatakan salah sasaran, lantaran korban berjatuhan di wilayah Seberang Ulu, sementara polisi menggelar razia di Seberang Ilir.

Pertama kali, anggota kepolisian mendatangi rumah penjual miras di Jalan Hoki POM, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang. Anggota kepolisian, menyita puluhan botol minuman keras merk Vodka. Razia dilanjutkan ke Jalan Veteran, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.

Anggota polisi mendatang sebuah pabrik minuman keras merk anggur. Sempat dihalang-halangi pemilik saat petugas kepolisian ingin memasuki pabrik tersebut. Barulah, usai masuk polisi menemukan ribuan liter minuman keras yang tersimpan di Tedmon warna biru.

Selain itu, polisi juga menemukan 40 dus botol minuman keras yang sudah di segel pihak BPOM Sumatera Selatan. “Kami ini legal pak, punya surat-suratnya. Hanya saja, saat ini MD kita sedang masa perpanjangan di BPOM. Makanya kami menghentikan produksi. Kalau kadar alkoholnya hanya 14 persen,” ucap Sinta pemilik pabrik miras di kawasan Veteran.

Anggota kepolisian kembali bergerak ke kawasan pasar Kuto, dari tiga gundang yang digeledah petugas tidak mengamankan miras. Terakhir, kepolisian Polresta Palembang mendatangi produsen miras tuak di kawasan Sapta Marga, Kelurahan Kenten, Kecamatan Sako Palembang.
Petugas menemukan satu drum dan empat drijen tuak. Hanya saja, barang-barang tersebut tidak dibawa petugas kepolisian.

“Jadi menindak lanjuti banyaknya korban miras oplosan, kita melakukan razia di berbagai tempat. Untuk pabrik miras yang kita datangi sudah tidak lagi berproduksi. Kita juga mengamankan seorang pedagang untuk diminati keterangan,” tutup Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara. (korankito.com/denny)