Guru Ngaji Perkosa Santrinya Sendiri 

 

 

dscn10717

Palembang – Sungguh bejat perbuatan yang dilakukan seorang guru ngaji M Riduan alias Iwan (27) yang tinggal di Kawasan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang ini. Pasalnya, ia nekat memperkosa secara berulang kali terhadap WJ (16) yang tak lain ada santrinya sendiri.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Iwan harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang setelah diserahkan pihak keluarga korban bersama ke Babinkamtibmas Polsek Sako ke Polresta Palembang ke Polresta Palembang, Selasa (8/11) malam.

Dihadapan petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, ibu kandung korban EY (50) menuturkan, jika ia mengetahui kalau anaknya sudah disetubuhi oleh pelaku, usai menerima laporan dari kakak perempuan korban.

Kemudian, ia mempertanyakan perihal tersebut kepada WJ. Barulah, anaknya itu mengakui kalau sudah di melakukan hubungan badan dengan tersangka sejak menginjak bangku kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP) dengan waktu dan tempat berbeda-beda.

Tak terima anaknya sudah diperlukan tidak senonoh, ia bersama korban membuat pengaduan di SPKT Polresta Palembang. Tak lama berselang, Babinkamtibmas Polsek Sako bersama dua pemuka agama menggelandang Iwan ke Polresta Palembang.

Menurut pengakuan WJ, ia mengenal tersangka sudah sejak dua tahun silam, sejak majelis ta’lim di dekat rumahnya berdiri pada tahun 2014 kemarin. Awalnya, pelaku seperti biasa saja layaknya guru mengaji seperti biasanya.

“Kami tukeran nomor telpon, karena sering menanyakan materi mejelis dan sekalian untuk menimba ilmu. Sudah itu, dia membujuk saya untuk melakukannya, saya sudah menolak tapi tetap saja dipaksanya,” ujar korban yang masih duduk di kelas I SMA ini. “Kami melakukannya di lantai II ruang majelis, sejak saya masih SMP hingga sekarang,” tambah korban WJ.

Sementara itu, tersangka mengakui perbuatannya. Menurutnya, ia sudah melakukan perbuatanya sudah sejak tahun 2014 kemarin. Itu pun, dilakukannya lantaran suka sama suka, tidak ada unsur paksaan sedikit pun.

“Kami itu pacaran, sudah sering pak melakukannya, sejak tahun 2014 sampai sekarang, tidak saya paksa, suka sama suka pak,” ucapnya saat ditemui ruang piket Satreskrim Polresta Palembang, Rabu (9/11) siang.

Disisi lain, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede membenarkan adanya serahan tersangka tersebut. Menurutnya, yang bersangkutan masih dalam proses pemeriksaan dahulu. “Kalau memang terbukti bersalah, akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” singkatnya. (korankito.com/denny)