2.646 E-KTP Menumpuk di Disdukcapil

 

Ribuan E-KTP numpuk di Disducapil Kota Palembang. Foto/net

Ribuan E-KTP numpuk di Disducapil Kota Palembang. Foto/net

Palembang – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang mengimbau masyarakat untuk segera mengambil Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang sudah selesai dicetak. Pasalnya sebanyak 2.646 keping e-KTP saat ini masih menumpuk di kantor Disdukcapil Kota Palembang.

Penumpukan ini sudah ada sejak Juli hingga Oktober 2016. Karena itu penumpukan ini sangat disayangkan. “Semuanya meliputi e-KTP ulang maupun susulan. Paling banyak dari kecamatan Sukarame,” ujar Kepala Disdukcapil Palembang Ali Subri, Kamis (10/11).

Ia menjelaskan pihaknya sudah mengirimkan SMS berulang-ulang kepada warga untuk segera mengambil e-KTP nya. Sayangnya, banyak yang mengabaikan dengan alasan beragam. “Ada-ada saja alasannya belum mau ambil, lagi diluar kota, lagi sibuk, dan sebagainya. Disini terkesan kita yang perlu mereka,” ungkapnya.

Maka itu ia mengimbau masyarakat agar segera mengambil e-KTP yang sudah selesai ini. Dikhawatirkan jika sudah butuh mendesak, baru mau bergerak. “Nanti pada saat tahun ajaran baru atau mau masuk kerja, mulai ramai yang ambil. Disanalah terjadi antrean panjang. Padahal di saat ini banyak waktu senggang. Jadi bagi yang sudha di SMS segeralah ambil e-KTP nya,” tegas Ali.

Ia menambahkan, kalau sudah tiga kali di SMS dalam kurun waktu enam bulan berturut-turut, maka e-KTP yang belum diambil akan distribusikan ke setiap kecamatan. Penyerahan tersebut lengkap dengan berita acara seperti name dan adress. “Jika ada keluhan masyarakat yang tidak ada di kecamatan maka bisa tunjukkan identitas, jadi tidak sembarangan buat,” jelasnya.

Sementara itu, Maimunah salah satu warga Seberang Ulu I mengaku sudah mengajukan pembuatan e-KTP pada bulan September lalu. Ia mengaku KTP lamanya hilang, makanya kembali membuat. “Sampai sekarang belum ada SMS pemberitahuan untuk pengambilan e-KTP tersebut. Makanya hingga saat ini saya belum ke Disdukcapil untuk mengambilnya,” ujarnya. (korankito.com/ria)