Bisa Dipercaya

Gubernur Alex Noerdin Hadiri Pergantian Nama Baru Lanud Palembang

6

Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri upacara peresmian perubahan nama Pangkalan TNI Angkatan Udara Palembang menjadi Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang, di Mako Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Rabu (9/11).

Pergantian nama Lanud Palembang ini didasarkan pada surat keputusan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor/678/X/2016 tanggal 21 Oktober 2016. Nama Pahlawan Besar TNI AU Sri Mulyono Herlambang sendiri  merupakan Kepala Staf Angkatan Udara ke-3 yang menjabat dari tahun 1965 samapi 1966, dengan pendidikan penerbang di Amerika Serikat. Beliau merupakan penerbang handal yang mampu menerbangkan pesawat tempur canggih dimasanya yakni SAA7, sekaligus menjadi penerbang andalan pesawat kepresidenan.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Ditinggal Belanja, Motor Kesayangan Raib

Setahun Buron, Pencuri Burung Kacer Diringkus

1 daripada 3.076

Peresmian ini dilakukan langsung Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, S.E,M.M, hadir dalam kesempatan ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo, Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kolonel Pnb Ronald Siregar, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Marga Taufik, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Nasrun Umar.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan menyambut baik dengan perubahan nama Lanud Palembang ini. Menurutnya, Provinsi Sumsel yang saat ini sedang gencar melakukan pembangunan di berbagai bidang membutuhkan semua akses perhubungan dengan dunia luar baik melalui darat, laut dan udara.

“Peran pangkalan udara sangat diperlukan baik dalam pengamanan wilayah udara serta mendukung suksesnya pembangunan Sumsel seperti pemantauan terhadap bahaya Karhutla dan bencana alam lainnya,” ungkap Alex.

Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna mengatakan, di Indonesia wilayah barat ada 7 Lanud yang sebelumnya bernama daerah dirubah menjadi nama pahlawan, dan salah satunya adalah Lanud Palembang.

Menurutnya, tujuan pergantian nama Lanud ini dilakukan untuk memberikan kebanggan kepada daerah dan warga Angkatan Udara dan memberikan semangat juang warga Angkatan Udara agar bisa berbuat lebih baik lagi kedepan.

“Ada beberapa nama Pahlawan Nasional, dan juga beberapa nama pejabat atau sesepuh dari Angkatan Udara, 7 Lanud ini ada di  Lampung, Palembang, Padang, Tanjung Pinang, Ranai, Wirasaba Jawa Tengah, dan Singkawang II, perbatasan antara Malaysia dengan Kalimantan,” paparnya.

Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna menambahkan, baru beberapa bulan lalu dilakukan penaikan tingkat status Lanud Sri Mulyono Herlambang menjadi tipe B yakni dari Letkol menjadi Kolonel. Menurutnya, sampai saat ini belum ada rencana penempatan pesawat secara menetap di Lanud Sri Mulyono Herlambang ini karena masih bisa di caver baik dari Lanud di Pekan Baru, Pontianak dan Jakarta.

“Harapan kita, pergantian nama ini dapat diterima seluruh komponen masyarakat Palembang, dan memberikan dorongan bagi Lanud Sri Mulyono Herlambang semakin baik lagi kedepan,” tandanya.

Sementara, dalam kesempatan ini dilakukan juga penandatanganan pernyataan kebersediaan ahli waris dari Sri Mulyono Herlambang atas dijadikannya sebagai nama Lanud Palembang. Dilakukan langsung anak kandung dari Sri Mulyono Herlambang. (korankito.com/rel)