Bisa Dipercaya

Delapan Sekolah Terapkan Kantin Elektronik

KANTIN ELEKTRONIK: CEO Kantin Sekolah Elektronik Ahmad Wahyu sosialisasikan KSE, Kamis (9/11). Disdikpora Palembang menetapkan delapan sekolah menjadi pilot project Kantin Sekolah Elektronik
KANTIN ELEKTRONIK: CEO Kantin Sekolah Elektronik (KSE) Ahmad Wahyu sosialisasikan KSE, Kamis (9/11). Disdikpora Palembang menetapkan delapan sekolah menjadi pilot project Kantin Sekolah Elektronik. Foto/Eja

Palembang – Delapan sekolah di Kota Palembang ditunjuk sebagai pilot project ‘Kantin Sekolah Elektronik’ (KSE).

Kedelapan sekolah tersebut yakni SDN 117, SDN 179, SMPN 54, SMPN 1, SMAN 1, SMAN 5, SMKN 3 dan SMKN 2 Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 3.075

“Ini adalah salah satu langkah menuju sekolah digital melalui KSE. Dimana setiap individu di sekolah baik dari kepala sekolah, tenaga pendidik, siswa, pegawai sekolah maupun pengelola kantin sekolah dari tingkat pendidikan dasar (SD/SMP) hingga sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK) harus menguasai penggunaan informasi dan teknologi (IT),” ungkap Sekertaris Disdikpora Palembang Karim Kasim disela sosialisasi KSE kepada 188 kepala sekolah se-Kota Palembang, Kamis (9/11)

Sementara itu, CEO aplikasi KSE Ahmad Wahyu mengatakan, Palembang merupakan kota pertama di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang melaksanakan program KSE, setelah empat kota lainnya dari berbagai provinsi yang berbeda. ‘’Rencannya Januari tahun depan program KSE akan diterap di seluruh sekolah di Palembang,’’ paparnya.

Ia menyebutkan, tujuan utama dari KSE adalah untuk memperbaiki gizi makanan yang dijajakan di kantin sekolah melalui dapurnya. “Jadi nantinya juru masak di kantin sekolah akan didampingi oleh ahli gizi, karena kami juga sudah bekerja sama dengan pihak ahli gizi Indonesia. Sehingga setiap harinya di kantin sekolah akan ada seorang ahli gizi yang memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang dijual oleh pengelola kantin,” tutur Ahmad.

Dalam penerapan KSE pihaknya menggunakan sistem ‘free order’, dimana makanannya bisa dipesan satu hari bahkan satu bulan sebelum pengambilan. Selain itu, sistem pembayarannya menggunakan kartu top up, atau seperti kartu kredit yang saldonya bisa diisi melalui koperasi sekolah. “Jadi di sekolah tidak ada lagi peredaran uang cash di kantin, sehingga anak-anak tidak akan jajan sembarangan. Dan orangtua bisa memantau apa saja makanan yang akan dimakan anaknya. Pasalnya, pemesanan makanan bisa melalui aplikasi di smartphone yang bisa didownload melalui playstore. Sehingga menu makanan anaknya selama ia bersekolah, akan dapat diatur oleh orangtuanya tanpa harus datang ke sekolah,” tegasnya.

Selain itu, pihak sekolah tidak perlu menyiapkan alat ataupun biaya apapun selain jaringan internet saja. “Sekolah hanya perlu menyediakan jaringan intrnetnya saja. Kantin sekolah juga akan kami perbaiki sehingga dapat menjaga kualitas makanan dan gizinya untuk anak. Selain kami menyediakan sebuah tablet, scanning barcode dan kartu top up, kami juga akan melatih pengelola kantin yang belum menguasai penggunaan IT,” ulasnya.

Sedangkan menurut Kepala SDN 179 Palembang Maulina, program KSE tersebut masih baru maka masih perlu sosialisasi terlebih dahulu kepada siswa dan orangtuanya. “Kami akan segera melakukan sosialisasi dengan pihak komite dan wali siswa. Jadi kedepan tidak akan ada lagi kendala dalam menjalankan program tersebut. Kami sangat mendukung adanya program ini, karena selain dapat menjaga kesehatan makanan anak, program ini juga dapat mencegah anak menggunakan uang secara tidak terpantau,” pungkas Maulina. (Korankito.com/Eja)