100 Pelajar Ikuti Pelatihan Basarnas

LATIHAN BASARNAS: Ketua Stisipol Candadimuka Lihapsari menyematkan tanda peserta pelatihan Basarnas didampingi Kabid Operasi Basarnas Sumsel Inarwan, Rabu (9/11). Pelatihan Basarnas itu diikuti 100 pelajar se-Sumsel. Foto/Eja

LATIHAN BASARNAS: Ketua Stisipol Candadimuka Lihapsari menyematkan tanda peserta pelatihan Basarnas didampingi Kabid Operasi Basarnas Sumsel Inarwan, Rabu (9/11). Pelatihan Basarnas itu diikuti 100 pelajar se-Sumsel. Foto/Eja

Palembang – Sebanyak 100 pelajar se-Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat pelatihan penanggulangan bencana alam oleh Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Sumsel, di halaman Sekolah Tinggi Sosial Politik (Stisipol) Candradimuka Palembang, Rabu (9/11).

Ke-100 peserta tersebut merupakan gabungan dari mahasiswa pecinta alam (Mapala) dan siswa sekolah se-Sumsel. Dimana pelatihan penanggulangan tersebut di gelar oleh Basarnas Sumsel yang bekerjasama dengan Stisipol Candradimuka.

“Potensi masalah bencana alam di Provinsi Sumsel masih sangat tinggi dan tidak bisa ditebak. Maka dari itu, dibutuhkan relawan aktif yang bisa menenanggulangi hal tersebut,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Operasional Basarnas Sumsel Inarwan kepada Koran Kito, Rabu (9/11).

Di Sumsel sendiri, lanjutnya, ada beberapa daerah yang sangat rawan bencana, seperti Ogan Komering Ulu Selatan, Pagar Alam, Lahat dan daerah lainnya memiliki potensi bencana alam seperti masalah banjir bandang dan tanah longsor.

Sementara itu, Ketua STISIPOL Candradimuka Palembang Lishapsari Prihatini mengaku, dengan pelatihan dari Basarnas bagi pelajar se-Sumsel ini pihaknya berharap agar mereka mampu menjadi relawan yang sigap menanggulangi bencana.  “ Mungkin ini yang pertama di Sumsel untuk tingkat perguruan tinggi kita bangga bisa menjadi yang pertama menyelengarakannya. Semoga pelatihan yang didapat dapat memberikan manfaat besar bagi peserta kedepannya,” pungkasnya. (Korankito.com/Eja)