Palembang Belum Bisa Liburkan Siswa Hari Sabtu

zulinto-11

Palembang – Lembaga pendidikan tingkat dasar SD hingga SMP di Kota Palembang dinyatakan belum siap untuk dilakukan pemangkasan aktivitas belajar siswa. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Ahmad Zulinto menanggapi rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang hendak mengeluarkan kebijakan meliburkan para siswa pendidikan dasar pada akhir pekan. “Untuk penerapan secara serentak mengenai kebijakan libur disetiap hari Sabtu tidak akan bisa dilakukan secara menyeluruh, mengingat situasi dan kondisi sekolah yang berbeda ditiap daerahnya,’’ ujar Zulinto, Rabu (9/11).

Menurutnya, penerapan kebijakan libur hari Sabtu sebagai hari keluarga kemungkinan besar baru bisa dilakukan dibeberapa kota besar saja. Sedangkan untuk di Palembang akan terkendala masih adanya sekolah yang double shift dan infrastruktur sekolah yang masih sangat kurang.

“Jika memang akan diberlakukan, maka kami akan memilah sekolah mana saja yang sudah siap. Baik secara sarana dan prasarana maupun dari kegiatan belajar dan mengajar,” paparnya.

Selain soal infrastruktur, urai Zulinto, kendala lingkungan tempat tinggal keluarga siswa serta keadaan finansialnya. Khususnya bagi mereka yang tergolong menengah ke bawah, tentu saja orangtuanya masih akan sibuk bekerja meski hari libur.

Demikian pula terkait dengan jam pelajaran guru di sekolah juga akan terganggu karena adanya kebijakan ini. Terutama bagi guru yang berstatus honorer, dengan kewajiban delapan jam aktif di sekolah, sehingga bila hari pembelajaran berkurang maka mereka juga harus kehilangan waktu tersebut.

Lain halnya dengan Kepala SMPN 3 Palembang Ansori yang menilai kebijakan libur akhir pakan bagi siswa merupakan langkah tepat dalam menanamkan pola pendidikan karakter bagi siswa di sekolah.

“Pada prinsipnya kami setuju dengan kebijakan tersebut, terlebih untuk menanamkan pendidikan karakter sebagai salah satu wacana sekolah lima hari. Aktivitas sekolah pun setahu saya tidak akan dibuat selama seharian tetapi dikemas lebih mendetail dengan program pemerataan karakter,” katanya.

Seperti diketahui, dalam siaran persnya Mendikbud menyebutkan pemangkasan aktivitas belajar siswa pada tingkat SD dan SMP diharapkan dapat mengoptimalkan waktu bersama antara siswa dengan orangtua. Sabtu-Minggu karena tidak ada waktu sekolah akan jadi hari keluarga. Orangtua bisa mengajak anaknya untuk traveling di Indonesia yang sangat kaya tempat wisata ini. (korankito.com/eja)