Ketua BPK : Alex Noerdin Miliki Visi dan Misi Kedepan

RAMAH TAMAH: Ketua BPK RI Harry Azhar Azis menerima cindera mata dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Senin (7/11) malam. Harry terpukau dengan pembangunan Sumsel yang dipimpin Alex Noerdin. Foto/Azza

RAMAH TAMAH: Ketua BPK RI Harry Azhar Azis menerima cindera mata dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Senin (7/11) malam. Harry terpukau dengan pembangunan Sumsel yang dipimpin Alex Noerdin. Foto/Azza

Palembang – Apabila seluruh provinsi di Indonesia memiliki pemimpin seperti Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin niscaya Indonesia mampu bersaing mengalahkan negara jiran seperti Malaysia dan Singapura.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) H Harry Azhar Azis dalam ramah tamah dengan Alex Noerdin, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah. Sirozi serta para perwakilan FKPD dan SKPD Provinsi Sumsel, di Griya Agung, Senin (7/11) malam.

Harry menilai, Alex Noerdin merupakan sosok pemimpin yang memiliki visi dan misi jauh kedepan, terbukti berhasil membawa Sumsel menjadi salah satu provinsi yang diperhitungkan di Indonesia. “Selama berkunjung ke beberapa provinsi di Indonesia, baru pertama ini menemukan Gubernur yang mempunyai visi dengan konsep dan pikiran yang luar biasa. Jujur saya sangat terpukau dengan Sumsel,” ungkap Harry..

Harry Ashar Azis menambahkan, sebagai pemimpin BPK RI, dirinya menilai opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diperoleh Sumsel terkait hasil pemeriksaan laporan keuangan, dinilai merupakan nilai A atau A+, kalau diartikan secara akademik merupakan nilai yang terbaik.  “Terkait laporan keuangan, Sumsel menjadi salah satu terbaik di Indonesia, sosok seorang seperti Pak Alex Noerdin ini baru saya temukan, semoga dengan visinya Sumsel lebih maju lagi kedepannya,” terangnya.

Sementara itu, Alex Noerdin menyampaikan, potensi sumber daya alam (SDA) Sumsel yang sangat luar biasa, seperti batu bara Indonesia 48,45 persennya ada di Sumsel, begitu juga panas bumi, gas bumi, dan bahkan minyak juga ada di sumsel.

Disektor pertanian, papar orang nomor satu di Sumsel itu, sejak beberapa tahun terakhir Sumsel surplus beras. Tahun 2015 Sumsel surplus beras sebanyak 1,8 juta ton, dari target nasional 1,5 juta ton, untuk tahun 2016 ditargetkan meningkat sebanyak 2,4 juta ton beras. “Ini semua bentuk kontribusi Sumsel dalam menjangga ketahanan pangan nasional,”ujarnya.

Bidang pendidikan, lanjut Alex, dengan bangga Sumsel menjadi pertama di Indonesian yang meluncurkan program sekolah gratis sejak 2008. Selain itu, sejak Agustus 2015 lalu, Pemerintah Provinsi Sumsel meluncurkan program kuliah gratis sampai sarjana dengan 60 program studi untuk mengisi kebutuhan tenaga-tenaga untuk membangun daerah ini dan sebagian besar putra daerah sumsel sendiri.

Alex Noerdin menambahkan, dari sekian banyak kelebihan Sumsel dibanding provinsi lain, tentunya juga Sumsel memiliki kekurangan, yakni APBD Sumsel yang jumlahnya kurang lebih hanya Rp 7 triliun, jumlah ini sangat kecil jika dibandikan provinsi lain di Pulau Jawa.

Dengan kondisi itu, ungkap Alex, dengan segala upaya Sumsel menarik dana dari Pemerintah Pusat dengan alasan yang sangat rasional, untuk proyek-proyek infrastruktur yang didanai melalui APBN. “Upaya lain yang kita lakukan dalam membangun Sumsel, dengan menggandeng pihak ketiga baik investor maupun pihak swasta lainnya berpartisipasi membangun Sumsel,” terang Alex.

Dijelaskan Alex, satu hal yang menjadi kunci keberhasilan Sumsel menjadi salah satu provinsi terdepan di Indonesia adalah komitmen bersama seluruh stakeholder bersama masyarakat menciptakan swasana yang kondusif, aman dan terkendali.

“Kinci keberhasilan kita yakni komitmen bersama menciptakan suasana kondusif, alhamdullilah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan antar umat beragama di Sumsel,” tutupnya (korankito.com/Azza).