Atasi Banjir Pemkot Bangun Dinding Pembatas DAS 13 Ilir

 

img_8853

Palembang – Sebanyak 44 persil milik warga yang terkena dampak pembangunan DAS Bendung 13 Ilir menerima ganti rugi. Penyerahan ganti rugi disaksikan langsung Wakil Walikota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda, di kantor PUBM & PSDA, Senin (7/11). Kepala Dinas PUBM & PSDA Kota Palembang, Dharma Budi mengatakan dari jumlah 66 persil lahan bangunan yang akan dibebaskan, di tahap ke-tiga ini ada 44 persil yang sudah diberikan ganti rugi.

“Ganti rugi ini sesuai dengan nilai dan juga bangunannya.Paling besar tadi ada yang mencapai Rp 1,7 miliar karena tanahnya ada beberapa persil dan cukup luas,” ungkap dia.

Ia menjelaskan total keseluruhan ganti rugi yang diberikan untuk 44 persil ini senilai Rp 21 miliar. Sedangkan sisanya 22 persil akan segera diurus proses ganti ruginya. Diakuinya, sisa persil yang masih belum dilakukan ganti rugi dikarenakan masih ada warga yang masih enggan untuk dibayar bahkan masih ada menolak.

“Kita akan lakukan pendekatan untuk lahan yang belum bebas ini karena dana sudah kita siapkan,” jelas dia.

Ia mengatakan dana pembebasan lahan ini merupakan dana dari pemerintah pusat untuk pembangunan DAS Bendung 13 Ilir Palembang. Lanjut dia, pembangunan DAS atau kolam retensi ini  setidaknya dapat mengurangi genangan air yang ada di kota Palembang saat musim hujan agar lebih cepat menyusut.

Ditahun ini, pihaknya juga membangun enam kolam retensi dan satu pompa. Dengan adanya pemabngunan kolam retensi dan pompa air tersebut diharapkan dapat mengurangi genangan air saat musim hujan.

“Kita upayakan setiap tahun minimal kita bangun satu kolam retensi dan pompa air untuk mengurangi banjir di Palembang,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan diharapkan adanya pembangunan kolam retensi DAS Bendung 13 Ilir ini dapat membantu mengurangi banjir yang ada di kota Palembang.

“Ini kita ganti untung bagi masyarakat yang telah bersedia tanahnya untuk dibangun kolam retensi ini,” ungkap dia.

Lanjut dia, ia berharap tanah warga yang belum selesai atau belum bebas agar segera dilakukan guna mempercepat pembangunan kolam retensi ini. Ia pun meminta Camat untuk melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang masih belum menyetujui lahannya diganti rugi.

“Saya minta bagi warga yang belum bersedia mohon ikhlaskan demi pembangunan kolam retensi ini untuk pengendalian banjir,” jelasnya. (korankito.com/ria)