Bisa Dipercaya

Ahok Masih Diperiksa di Mabes Polri

DIPERIKSA: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tiba di Mabes Polri, Senin (7/11). Ahok tiba pukul 08.15 dan mulai diperiksa pukul 09.00. Foto/szaktudas.com
DIPERIKSA: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tiba di Mabes Polri, Senin (7/11). Ahok tiba pukul 08.15 dan mulai diperiksa pukul 09.00. Foto/szaktudas

Jakarta – Hingga saat ini pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait penistaan agama masih dilakukan tim penyidik di gedung utama Mabes Polri, sejak pukul 09.00, Senin (7/11).

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, pemeriksaan Ahok dilakukan di Mabes Polri dengan alasan keamanan sebab apabila pemeriksaan di kantor Bareskrim yang sementara numpang di Kompleks Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat dikhawatirkan menimbulkan ketidaknyamanan. ‘’Soal keamanan, kan banyak kantor lain. Kita di sana (KKP) numpang. Supaya jangan kepikiran kita mengecoh,” ujarnya.

Berita Sejenis
1 daripada 3.074

Ahok sudah menjalani pemeriksaan pertama pada Senin 24 Oktober 2016. Kala itu dia datang dengan inisiatif sendiri untuk memberikan klarifikasi. Menurut Ari pemeriksaan Ahok kali ini untuk pendalaman berita acara pemeriksaan (BAP) sebelumnya. “Masih ada pendalaman. Terkait dengan keterangam ahli yang berkembang. Sehingga masih perlu penajaman,” paparnya.

Seperti diketahui, Ahok tiba di Gedung Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (7/11), pukul 08.15 WIB.

Tiba di Bareskrim, Ahok tidak memberikan pernyataan, dia hanya senyum sambil mengacungkan jempol kepada wartawan yang sudah menunggunya.

Sebelum Ahok datang, Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedya Panjaitan, Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetyo Edi Marsudi, dan Anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Mohamad Sangaji alias Ongen sudah tiba terlebih dahulu di Bareskrim. Prasetyo mengatakan mereka tiba di Bareskrim untuk memberikan dukungan moril kepada Ahok.

Selain Ahok, ada tiga lainnya yang dimintai keterangan dalam kasus penistaan agam itu yakni Ketua MUI Maruf Amin, seseorang dari Kementerian Agama, dan Imam Masjid Istiqlal. (korankito.com/Hasjim)