87 Sekolah Rebut Piala Gubernur

dsc_0046

Palembang – Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November mendatang, SMKN 5 palembang menggelar lomba futsal yang dilaksanakan dari tanggal 7-10 November 2016. Lomba futsal ini diramaikan oleh 87 sekolah dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA dan SMK) se-Sumatera Selatan (Sumsel).

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel, Widodo melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Bonny Syafrian. Pembukaan lomba futsal ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi (Kasi) SMK Disdik Sumsel Erlina, Kasi Pembina Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Pakjo Palembang Ahmad Fuad dan tamu undangan lainnya.

Gelaran acara ini dimeriahkan oleh tarian nusantara oleh pelajar SMKN 5 Palembang, yang mengkreasikan berbagai lagu dan tarian daerah dengan kreasi tarian modern.

Kepala SMKN 5 Palembang, Zulfikri mengatakan, lomba ini untuk memperebutkan piala Gubernur Sumsel. Dimana ada 87 tim dari sekolah se-Sumsel dengan rincian 20 tim dari tingkat SMP dan  67 tim dari SMA dan SMK.

“Tim yang paling jauh datang dari Lubuk Linggau dan beberapa kabupaten kota lainnya. Bahkan LPKA Pakjo saja mengirimkan anak didiknya untuk meramaikan kegiatan ini,” ujar Zulfikri seusai melakukan tendangan pertama tanda pembukaan lomba di lapangan futsal SMKN 5 Palembang, Senin (7/11).

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini dapat meningkatkan rasa sportivitas yang tinggi diantara pelajar, terutama di Sumsel. “Jadi kami ingin para pelajar dapat memaknai hari pahlawan dengan menanamkan rasa sportivitas dan kerjasama melalui lomba futsal ini,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Bonny, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini dimana antusias peserta sangat tinggi, bahkan ada peserta yang datang dari Lubuk Linggau. Ini juga bentuk komunikasi yang baik sesama pelajar antar kota maupun kabupaten. Yang lebih penting mereka mau berjuang secara sportif.

“Saya dengar lomba ini juga diikuti oleh anak didik LPKA Pakjo. Jadi ini adalah bukti kalau pendidikan tidak memandang dimana pelajar itu mendapat pendidikan. Semua berhak mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (korankito.com/eja)