Bisa Dipercaya

Pekan Paralympic Diusulkan di Palembang

LATIHAN: Seorang atlet tenis meja penyandang difabilitas tengah latihan, Ahad (6/11). National Paralympic Committe (NPC) Sumsel  mengusulkan pekan Paralympic digelar di Palembang pada 2017/ Foto/Resha
LATIHAN: Seorang atlet tenis meja penyandang difabilitas tengah latihan, Ahad (6/11). National Paralympic Committe (NPC) Sumsel mengusulkan pekan Paralympic digelar di Palembang pada 2017/ Foto/Resha

Palembang – Digelarnya kembali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2017 di Kota Palembang, rupanya menjadi stimulus bagi National Paralympic Committe (NPC) Sumsel yang mengusulkan pekan Paralypic juga di gelar di Palembang.

Ketua NPC Sumsel Ryan Yahrowi mengatakan, jika memang Porprov jadi diselenggarakan, NPC pun akan menggelar event selevel. Yakni, Pepaprov. Apalagi jika event tersebut akan di langsungkan di Palembang. “Sebenarnya kalau Poprov urung di Muara Enim, kita akan menyelenggarakan festival paralimpic. Tapi berhubung Porprov jadi dan diselenggarakan di Palembang, kemungkinan besar Pepaprov juga akan kita gelar,” ucap Ryan, Minggu (6/11).

Berita Sejenis

Mainkan Ponsel, Pramono Diduga Tersambar Petir

Novan Setya Datang, SFC Juga Boyong Dzumafo

Moral Milik Pendidik

1 daripada 3.102

Lanjutnya, pelaksanaan Pepaprov nanti akan mengacuh pada pelaksanaan Peparnas. Artinya akan ada 10 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Yakni, angkat berat, atletik, ‎bola voli duduk, bulutangkis, judo, panahan, renang, sepakbola cp, tenis lapang kursi roda, tenis meja, dan tenpin bowling. “Jadi cabor sama seperti Peparnas. Kalau masalah waktunya nanti akan kita rapatkan. Mungkin setelah Poprov,” tuturnya

Selanjutnya, NPC Sumsel dalam waktu dekat akan mengunjungi Pemerintah Kota Palembang sebagai tuan rumah Pepaprov. Menurutnya, jika digelar di Palembang, biaya yang diperlukan tidak akan terlalu besar. “Biaya semoga bisa ditekan yah. Karena sarana dan prasarana tidak perlu biaya angkut. Juga penginapan dan makan di Palembang bisa lebih murah dengan adanya Wisma Atlet,” ucapnya

Saat ini, ‎dikatakan Riyan, NPC telah memiliki 13 NPC tingkat Kabupaten dan Kota. Yakni, Muaraenim, Palembang, Lahat, Prabumulih, Pagaralam, OKU, Banyuasin, Muba, OKI, Empat Lawang, dan OI. Meski secara aturan Perpaprov dapat terlaksana jika ada 60 persen kepengurusan kabupaten dan kota. Namun NPC Sumsel dalam waktu dekat menargetkan akan menambah empat NPC lagi. “Sumsel inikan ada 17 Kabupaten dan Kota, saat ini ada 13 yang telah ada NPC. Masih kurang empat lagi, walau masuk syaratnya. Tapi kami waktu delat akan memulai membuka di OKU selatan, Lubuk Linggau, Pali dan Muratara,” ucapnya.

Diharapkan Riyan, dengan adanya Perpaprov dapat menjadi wadah bagi penyandang difabilitas untuk tetap berprestasi dan membanggakan. Selain itu, atlet difabilitas juga dapat melihat kemampuan mereka sejauh mana. (korankito.com/resha)