Raih Hasil Imbang, Widodo Anggap SFC Menang

widodo

Palembang – Bermain di kandang sendiri, Sriwijaya FC hanya mampu mendulang hasil seri dalam laga kontra Semen Padang, Jumat (4/11). Gol penyeimbang yang dicetak oleh Alberto ‘Beto’ Goncalves di penghujung babak pertama melalui titik putih, menjadi penyelamat Laskar Wong Kito dari kekalahan.

Namun menurut pelatih kepala Widodo C. Putro, ia tak menganggap hal ini merupakan suatu kekalahan. Menahan imbang tim berjuluk Kabau Sirah  tersebut dengan sepuluh pemain, menjadi torehan yang tak memalukan bagi tim yang dibesutnya.

“Saya sangat salut untuk pemain kita. Hasil hari ini saya anggap merupakan kemenangan, bukan hasil draw. Karena sejak pertengahan babak pertama, kita bermain hanya dengan 10 orang,” ucapnya.

Berkurangnya satu pemain diakibatkan oleh Ngurah Nanak yang terpaksa diusir keluar lapangan. Hal ini dikarenakan ia melakukan pelanggaran keras terhadap Novan Sasongko, di menit ke-22.

Sementara kapten Semen Padang, Nur Iskandar juga ikut mengomentari hal tersebut. Menurutnya, sangat wajar jika diberi kartu merah secara langsung. Namun pihaknya menyoroti kinerja wasit yang sering membuat keputusan kontroversial di tengah pertandingan.

“Beberapa kali dalam pertandingan, pelanggaran diabaikan oleh wasit. Saya juga kurang puas sama kepemimpinan wasit tadi. Seharusnya ketika Firman melanggar Rico tadi lebih pantas kena penalti. Kalau kartu merah tadi memang pantas,” ucapnya.

Yang dimaksud Nur ialah ketika Firman melakukan pelanggaran kepada Rico Simanjuntak di dalam kotak penalti Sriwijaya FC. Pelanggaran tersebut cukup keras pada menit ke-55, namun diabaikan oleh wasit karena belum memenuhi unsur pelanggaran.

Tak lama berselang, Hilton yang melakukan counter attack menuju gawang Kabau Sirah dan juga dilanggar oleh salah satu lini belakang. Namun kembali diabaikan oleh sang pengadil. Jelas, kedua pelatih melayangkan protes keras terhadap wasit dari bench(korankito.com/resha)