Satu Tiang LRT Bakal Dibongkar

img_8190

Palembang – Satu tiang pancang Light Rail Transit (LRT) yang berdiri di Jalan Demang Lebar Daun akan dibongkar, sebab dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBJN) Wilayah III, Zamharir Basuni mengatakan, pembongkaran tersebut berdasarkan hasil kesepakatan melalui rapat bersama dengan Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang. Proses konstruksi sejauh ini memang selalu dievaluasi, ternyata diketahui adanya kendala dari sektor lalu lintas. Keberadaan tiang LRT membuat jalan menyempit di kawasan tersebut, tepatnya di depan kedai pecel lele.

“Tiang sudah terlanjur berdiri, tapi dianggap rawan kecelakaan dan mengganggu lalin. Kami pahami jalan tidak bisa digeser, jadi diputuskan untuk membongkar tiangnya,” ungkap Zamharir.

Sementara area LRT lainnya, kata dia, masih akan diperlebar untuk kelancaran lalin. Seperti di Jakabaring, direncanakan bundarannya akan diperkecil. “Semua tanggung jawab PT Waskita. Mereka harus kembalikan kondisi jalan seperti semula,”tegasnya.

Adapun untuk kendala utilitas, diakuinya memang perlu ada pemindahan pipa PGN dan PDAM. Dari rapat tersebut disepakati kedua instansi tersebut siap memfasilitasi pemindahan. “Kalau masalah lahan untuk relokasi utilitas juga jadi tanggung jawab Pemkot Palembang,” ucapnya.

Sekretaris Project Management Unit untuk Percepatan LRT Sumsel, Wahidin mengatakan, pihaknya memang meminta solusi agar pembangunan LRT tidak mengganggu kelancaran jalan. Dishub sendiri berupaya memperlebar ruas jalan dengan menggeser trotoar untuk difungsikan sebagai jalan utama. Sementara lahan kosong di kanan dan kiri jalan akan dijadikan trotoar. Begitu pun dengan kawasan di depan RS Bunda. “Beberapa waktu lalu dibuat rekayasa untuk akses jalan itu. Solusi sementara akan ada penggeseran trotoar,” ulasnya.

Terpisah, Direktur Teknik PDAM Tirta Musi Stephanus menyebutkan, terdapat pipa transmisi berdiameter 400 mm di Jalan Demang Lebar Daun dan Jalan Kol H Barlian. Menurutnya, apabila pipa yang berlokasi di toko Dunkin Donuts, praktis aliran air bersih ke Griya Agung.

“Persoalannya, lahan relokasi tidak ada. Jadi, pipa akan dipindahkan ke mana? Ke saluran air kan tidak mungkin. Jadi masih akan tinjau lagi. Kalau mau cepat tentu PDAM setuju saja, asalkan siap lahan itu,”tukas Stephanus.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang Hardayani menambahkan, ada beberapa pilar atau tiang yang digeser karena adanya kepentingan fasilitas umum. “Ada pilar atau tiang yang akan digeser dan ada juga lingkaran taman polda yang digeser. Jika memang harus menggunakan lahan warga, Pemkot Palembang jelas akan memfasilitasi,” ungkap dia. (korankito.com/ria)