80 Sekolah Ikuti Workshop Lingkungan Hidup

 

img-20161104-wa0001

Palembang – Sebanyak 80 perwakilan sekolah di Kota Palembang ikuti workshop Peduli Lingkungan dan Berwawasan Lingkungan yang dilaksanakan Badan Lingkungan Hidup (BLH) di SMAN 1 Palembang, Jumat (4/11)

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Lingkungan dan Penegakan Hukum Lingkungan BLH Kota Palembang Desy Elvianti mengatakan, acara itu sebagai sarana sosialisasi Adiwiyata ke sekolah-sekolah di Kota Palembang. “Adiwiyata sebagai salah satu komponen penilaian Adipura, saat pengawas Adipura melakukan penilaian, mereka juga melihat ke sekolah-sekolah,” tutur Desy.

Desy mengatakan, ada 80 sekolah dari tingkat sekolah dasar (SD), Madrasah Ibdita’iyah (MI) hingga ke jenjang sekolah menengah atas (SMA) sederajat se-Kota Palembang. Dimana untuk SD/MI ada 58 sekolah, sekolah menengah pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) ada  14 sekolah, sementara untuk tingkat SMA dan sederajat ada delapan sekolah.

Desy mengungkapkan, dalam acara itu disampaikan materi tentang program Adiwiyata, seperti, kebijakan adiwiyata, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif lingkungan, serta sarana dan prasarana berbasis lingkungan. “Paling tidak meningkatkan pengetahuan para partisipan untuk menjalankan program adiwiyata di sekolahnya. Selain perwakilan yang mengikuti workshop, semua pihak di sekolah juga harus terlibat dalam usaha menjaga lingkungannya. Harapannya adiwiyata itu dilakukan secara sukarela dan berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Palembang Nasrul Bani menambahkan, kegiatan workshop sekolah peduli lingkungan dan berwawasan lingkungan ini diprogramkan oleh BLH Kota Palembang. Dan masuk hari kedua para peserta melakukan orientasi lingkungan, dimana para peserta mengunjungi sekolah yang ditunjuk oleh BLH Kota Palembang sebagai salah satu yang dianggap terbaik di Palembang. “Kami merasa tersanjung, sekolah kami menjadi objek lapangan mereka. Disini (SMAN 1-red) ada beberapa hal yang dapat para peserta jadikan acuan, seperti yang berkaitan dengan kebijakan sekolah terhadap lingkungan, baik secara finansial dan keterlibatan kurikulum melalui mata pelajara yang terintegrasi ke dalam adiwiyata,” tambah Nasrul di ruang kerjanya. (korankito.com/Eja)