Usai Beraksi, Jambret Bonyok Diamuk Massa

img_20161102_093046

Palembang – Seorang pelaku penjambretan yakni Fauzan Pratama (20) warga Perumnas Talang Kelapa, Lorong Kelapa Gading, Blok D, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, harus mengalami luka lebam di sekujur tubuh, usai diamuk masa yang geram atas ulahnya.
Tersangka ditangkap, setelah melancarkan aksinya terhadap Rifni Ade Septiani (18) warga Desa Sungai Rambutan Transmigrasi UPT II, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel, di Halte Transmusi Mall Palembang Square, Selasa (1/11) sekitar pukul 21.00.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pelaku bermula saat korban hendak pulang ke rumah kontrakanya di kawasan Kertapati, usai menonton bioskop di Palembang Square. Lalu, Rifni meminta jemput keluarganya dan menunggu di tempat kejadian perkara (TKP)

Tak lama kemudian, saat menunggu jemputan tersebut, datanglah pelaku Fauzan yang langsung duduk disisi kanan korban. Kemudian, Fuazan meminjam ponsel Rifni dengan alasan untuk menghubungi orangtuanya yang berada dirumah.

“Saya sudah mengatakan berulang kali kalau tidak punya pulsa, tapi dia tetap saja memaksa untuk minjam ponsel. Katanya mau menelpon orang tuanya,” ujar korban Rifni saat diwawancarai.
Melihat pelaku yang terus memaksanya, korban merasa curiga. Ia pun memasukan ponsel miliknya kedalam tas yang disandangnya. Akan tetapi, saat itulah Fauzan langsung merampas ponsel tersebut sehingga terjadi aksi tarik menarik antara keduanya.

“Kami rebutan, isi tas saya semuanya keluar pak. Dia tetap mau mengambil ponsel saya. Saya pun menjerit, minta tolong dan didengar oleh warga, dibantu warga pelaku ditangkap dan dibawa ke kantor polisi,” tambahnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara didampingi Kapolsek IB I Palembang, AKP Handoko membenarkan pihaknya menerima serahan tersangka penjambretan. Menurutnya, saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan anggota Satreskrim Polsek IB I Palembang.

“Tersangka sudah kita amankan, modus yang digunakan berpura-pura meminjam telepon genggam korban, namun karena korban tidak mau meminjamkannya, tersangka langsung merampasnya. Sehingga korban menjerit meminta tolong,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Atas ulahnya itu, tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP Jo 53 KUHP dengan ancaman kuruagan diatas lima tahun penjara.

Dihadapan petugas kepolsian, tersangka Fauzan mengakui perbuatannya. Menurutnya, ia baru satu kali melakukan aksinya tersebut. “Baru sekali pak, bersama teman. Teman saya tadi menunggu di atas motor, saya yang beraksi,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)