Bisa Dipercaya

‘Tangan Dingin’ Wari Tata Lahat

 

aswari

Lahat – Apabila mendengar nama Kabupaten Lahat maka akan terbayang sebuah ‘’negeri’’ dengan alam yang indah terletak di kaki Gunung Jempol yang di aliri Sungai Lematang. Rupanya lebih dari itu, kabupaten yang berpenduduk sekitar 450 ribu jiwa tersebut, telah tercatat sebagai daerah dengan prestasi pembangunan yang gemilang. Mulai dari pembenahan mental dan mindset berpikir masyarakat hingga pembanguan fisik. Paling tidak, hal itu telah tertata sejak hampir dua dekade belakangan ini. Buktinya, pemerintah pusat telah memberikan beragam penghargaan atas prestasi gemilang kepada daerah yang dinakhodai Bupati Aswari Rivai itu.

Berita Sejenis
1 daripada 40

Atas upaya yang telah dilakukan selama ini, Aswari dianugerahi Satya Lencana Kebaktian Sosial (SLKS) 2015 dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Desember tahun lalu.

Penyerahan Anugerah diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani bersamaan dengan perayaan Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Ibu yang dipusatkan di Kupang.

Aswari mengungkapkan, anugerah Lencana Kebhaktian Sosial ini merupakan usulan dari Menteri Sosial Khofifah Indarparawangsa yang diajukan ke pemerintah pusat. “Saya sampaikan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Lahat serta Muspida yang senantiasa dapat bekerja sama membangun Lahat,” ujarnya di Kupang.

Dipekan berbeda pada bulan yang sama, kebijakan pembangunan di Lahat juga mendapatkan apresiasi Pemerintah Pusat sebagai salah satu daerah berprestasi di Indonesia. Presiden Joko Widodo menyerahkan anugerah daerah berprestasi penerima dana insentif daerah tahun anggaran 2016 tersebut kepada Bupati Aswari Riva’I bersama 59 kabupaten/kota serta lima provinsi lainnya, di Istana Negara.

Aswari mengemukakan, prestasi yang diraih tersebut tidak lain merupakan kerja keras yang dilakukan seluruh muspida di Pemkab Lahat selama ini serta dukungan stakeholder maupun rakyat Bumi Seganti Setungguan. Atas prestasi tersebut Pemerintah Pusat memberikan reward Rp46 miliar untuk pembangunan Lahat. ‘’Alhamdulillah prestasi Itu merupakan penghargaan untuk rakyat Lahat yang telah bergandengan tangan serta bertekad untuk memajukan daerah agar lebih baik,’” ujar Aswari seusai menerima penghargaan itu, di Istana Negara.

Menurutnya, dukungan dan kepercayaan masyarakat merupakan kunci keberhasilan sebuah daerah disertai dengan kemampuan pemerintah yang meyakinkan dalam mengelola kebijakan pembangunan. ‘’Kami lakukan pembangunan dengan manajemen keuangan yang sesuai aturan berlaku, berdasarkan pengelolaan keuangn yang tepat waktu,’’ paparnya.

Aswari juga menJelaskan, kebijakan pembangunan di Lahat mampu menyerap 100% anggaran. ”Semua anggaran tersalurkan untuk pembangunan kepentingan masyarakat, antara lain infrastruktur, pendidikan serta fasilitas kesehatan,’’ tegasnya.

Dari situ, tambahnya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan kesempatan Lahat untuk menjadi daerah yang siap mengelola keuangan dengan baik di bawah koordinasi, supervisi dan monitoring bidang pencegahan korupsi. ‘’Lahat kemudian menyatakan sanggup urun rembuk dengan program tersebut. Rencananya Lahat juga siap untuk mempertahankan prestasi itu, apalagi programnya sudah menjadi sebuah sistem bagi manajemen Pemkab Lahat,’’ katanya yakin.

Sebelumnya Pemkab Lahat juga meraih opini terbaik Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), penghargaan itu diberikan Menteri Keuangan RI beberapa waktu lalu. Prestasi WTP itulah salah satu motivasi Pemkab Lahat untuk menerapkan manajemen keuangan yang lebih baik dan sesuai aturan. Aswari mengaku, selama memimpin Bumi Seganti Setungguan terus berupaya berbenah dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

Dia menceritakan, layaknya kota tua lain di Indonesia memang sedikit kesulitan untuk meraih WTP. ‘’Memang kabupaten kota yang umurnya sudah tua seperti Lahat, kesulitan meraih WTP. Namun kita terus berupaya. Dalam pemerintahan kita terus berbenah dan mengelola keuangan dengan baik dan tepat sasaran dan bersyukur akhirnya kita pecah telor,” terang Aswari.

Aswari mengatakan, Lahat layak menjadi yang terbaik dalam capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah. ‘’Tentu pencapaian yang sudah ditorehkan saat ini harus dipertahankan dan kita minta semua pihak bisa bekerjasama,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Hariyanto menambahkan, penilaian Pemerintah Pusat terhadap manajemen pembangunan dan keuangan Lahat akan menjadi energi bagi pemerintah maupun masyarakat untuk terus mencapai perubahan yang semaik baik. ‘’Menjadikan Lahat yang terbaik di Sumsel bahkan Indonesia. Memang semua itu memerlukan kerja keras semua pihak,’’ paparnya.

Hariyanto mengajak seluruh stakeholder untuk melihat masa depan Lahat lebih cerah serta buang jauh-jauh presepsi negatif. ”Pemkab Lahat telah membuktikan itu semua, mengajak rakyat Lahat menuju perubahan,’’ tegasnya. (korankito.com/hms)