Sakit Hati, Bambang Curi Motor Tetangga

img_20161102_180033_1

Palembang – Berdalih sakit hati dengan ulah korbannya, Edy Yanto Muslah (53) membuat Bambang Setia Budi (53) warga Jalan Silaberanti, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, nekat mencuri motor milik tetanggnua sendiri.

Atas ulahnya itu, kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya tersangka Bambang harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang, setelah ditangkap Unit Curanmor Satreskrim Polresta Palembang, Rabu (2/10) malam.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pelaku bermula saat istrinya Bambang menyanyi di sebuah hiburan organ tunggal saat pesta kemerdekaan. Saat asik menyanyi tersebut, korban Edy naik ke atas panggung, dan merampas mikrofon.

Setelah kejadian itu, tersangka pun merasa dendam kepada korban. Kemudian, pada tanggal 20 Agustus malam, Bambang mendatangi rumah Edy, lalu mengambil sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam noka, didalam garasi rumahnya korban.

Selanjutnya, barang curian tersebut dijual kepada temannya HR yang saat ini masih dalam pengejaran anggota kepolisian seharga Rp 3 Juta. Sedangkan, uangnya digunakan pelaku untuk membeli celana panjang, dan kebutuhan makan sehari-hari.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara didampingi Kasat Reskrim Polresta Kompol Maruly Pardede mengatakan setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, dan hasilnya pelaku berhasil diamankan.

“Kita lakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap pelaku dirumahnya. Motif pelaku mencuri sepeda motor korban, karena sakit hati kepada korban, lantaran saat istrinya pelaku bernyanyi, korban datang dan merampas mic yang dipegang istrinya tersebut,” ucapnya saat dimintai konfirmasi, Rabu (4/10) siang.

Pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Sedangkan, untuk barang bukti pihaknya mengamankan satu lembar STNK motor miliki korban, dan celana panjang yang dibeli tersangka untuk dari uang curian.

Sementara, pelaku Bambang mengakui perbuatannya yang sudah mencuri sepeda motor milik tetangganya tersebut. Menurutnya, ia baru satu kali melancarkan aksinya itu, dikarena tak punya uang untuk kebutuhan hidup.

“Baru sekali pak, menggunakan kunci T. Motornya sudah saya jual dengan teman, seharga Rp 3 Juta. Uangnya saya gunakan untuk beli celana, dan makan-makan,” jawabnya. (korankito.com/denny)