Pemkot Sebar 3 Ribu Bibit Ikan

img_20161101_162330

Palembang – Sebanyak 3 ribu bibit ikan lele disebar di perairan Sungai Musi, Selasa (1/11). Penyebaran bibit ikan patin ini dilakukan langsung Wakil Walikota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda.

Penyebaran bibit ikan ini dalam rangka mencegah berkurangnya perikanan di Palembang khususnya di perairan sungai Musi. Menyisir perairan sungai Musi menggunakan Kapal Sigentar Alam, Wawako Palembang didampingi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Palembang menyisir perairan sungai Musi dan menyemai 3 ribu bibit ikan dari Kerambah Karang di kawasan perairan Pulau Kemaro dan beberapa titik lainnya.

Wawako Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan penebaran bibit ikan ini sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi berkurangnya ikan di sungai Musi. Apalagi ikan ini menjadi konsumsi masyarakat Palembang.

“Masyarakat Palembang sangat suka makan pindang yang bahannya dari ikan. Pempek pun bahan baku utamanya dari ikan,” katanya.

Karena itu dengan melakukan penebaran bibit ikan secara rutin bisa menjaga ikan-ikan di sungai Musi tetap ada dan bisa didapatkan kapanpun di pasaran.

Sementara itu, Kepala DP2K Palembang Harrey Hadi mengungkapkan, untuk bulan ini pihaknya baru menyebar 3 ribu bibit ikan dimana semuanya merupakan jenis ikan patin yang siap panen sekitar 6 bulanan lagi. Nantinya upaya menyebar bibit ikan ini bakal dijadikan sebagai agenda bulanan.

“Kita berharap jangan bisanya mengambil saja, tapi juga terus berupaya untuk  menyebarkan bibit di perairan atau restocking,” tegasnya sembari mengatakan ikan yang sudah disebar, semuanya bebas diambil oleh masyarakat dan tidak bayar.

Namun jelasnya masyarakat hanya diperbolehkan memancing ikan dan mengambilnya dengan langkah yang tepat seperti tidak menggunakan bom molotov atau kegiatan illegal fishing lainnya. Mengantisipasi kegiatan tersebut, pihaknya pun sudah membentuk pokwasmas (kelompok pengawasan masyarakat).

“Kedepan kita juga bakal sebarkan bibit ikan gabus, gurame, nila dan jenis lainnya. Yang penting ikan sungai,” lanjutnya.

Saat ini jelas Harrey, ada dua ikan  yang merupakan icon Palembang namun sudah mulai langka dan sulit didapat yakni ikan gabus dan belida. Bukan hanya sulit didapat juga harganya yang mahal. Selain itu ikan gabus sama seperti ikan belida hidupnya dialam jadi pihaknya sendiri susah untuk memperbanyak benih ikan itu.

“Jadi kedua jenis ikan ini memang harus hidup dialam dan belum mampu untuk memodivikasi sama seperti belida,” ujarnya.

Kendati demikian ancamannya bukan tidak mungkin suatu saat bibit ikan gabus dan belida ini benar-benar bakal punah jika tidak ada upaya dari Pemkot dan SKPD terkait lainnya untuk mengantisipasi menghindari kepunahan dua bibit ikan ini.

Atas dasar itulah, lanjutnya. Pihaknya pun terus melakukan upaya untuk penambahan bibit ikan. Dalam kesempatan itupula, Harrey menegaskan harusnya ada resort and development (penelitian dan pengembangan) bagaimana bisa memperbanyak ikan. Apalagi saat ini banyak pedagang yang menjual pempek dari ikan gabus dan ikan belida. “Dalam hal ini, keterlibatan penelitian dan sebagainya sangat dibutuhkan,” tukasnya. (korankito.com/ria)