Pedagang : Kami Tidak Mau Sewa, Kami Hanya Mau Perpanjang HGB

Jpeg

Palembang – Ribuan pemilik kios maupun pedagang Pasar 16 Ilir yang tergabung kedalam Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun  Pasar 16 Ilir (P3SRS) berkumpul di depan Pasar 16 Ilir. Hal ini sehubungan dengan adanya isu penyegelan kios milik pedagang yang akan dilakukan oleh PD. Pasar Palembang Jaya karena sudah habis masa Hak Guna Bangunan (HGB), Rabu (2/11). Pantauan korankito com, pedagang yang juga pemilik kios di Pasar 16 Ilir kompak akan menolak rencana penyegelan yang akan dilakukan.

Membawa serta fotocopy bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) kepemilikan bangunan, dengan tegas ribuan pemilik kios mulai dari basement, lantai 1, 2 dan 3 ini meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk memperpanjang kembali Hak Guna Bangunan (HGB) yang menurut mereka berdasarkan undang-undang masih bisa diperpanjang satu kali lagi. Bahkan tidak segan-segan mereka meminta ketegasan dari Walikota Palembang Harnojoyo mengenai nasib mereka.

“Kami sudah lelah dengan semua ini,” ungkap salah satu pedagang Darmawati kepada awak media.

Ia menjelaskan, HGB kios memang telah habis masa berlaku. HGB tersebut tidak bisa diperpanjang dengan alasan akan dialihkan menjadi sitem sewa yang harus dibayar oleh pemilik kios dengan kisaran yang berbeda-beda bahkan terkesan mahal. Darmawati menuturkan harga sewa bisa mencapai 30 sampai 50 juta pertahunnya.

“Siapa yang sanggup membayar sewa segitu. Penghasilan kami saja tidak akan bisa menutupi biaya sewa itu,” jelasnya.

Dan kalaupun pemerintah ingin melakukan penyegelan kios milik mereka, pemilik dua kios di lantai basement ini tidak akan tinggal diam. “Pernah mereka pikirkan kalau mau segel ini kios, dengan 1.900 kios dikalikan dua orang karyawan sudah berapa orang yang tidak bisa lagi mencari makan disini,” tegasnya.

Nazli pemilik kios lainnya juga mengungkapkan tidak akan menerima dengan aturan yang akan diterapkan oleh PD. Pasar Palembang. Menurutnya PD. Pasar hanya sebagai pengelola pasar saja.

“Kami ini bukan penyewa tapi kami ini pemilik. Jadi kami tidak mau neyewa. Kami hanya mau sewa dengan sistem memperpanjang HGB buka sewa tahunan,” tukasnya.

Senada di sampaikan Pengurus organisasi P3SRS16, Mahyudin Ilyas  yang mengatakan ada hal-hala yang ditutupi dalam kisruh Pasar 16 ini. Pihaknya pun meminta ketegasan dari Walikota bagaimana tindak lanjut Pasar 16 Ilir ini.

“Kalau memang tidak bisa diperpanjang, tolong Walikota keluarkan surat keputusan yang menegaskan tidak bisa memperpanjang HGB. Dannkalaupun ingin bongkar silahkan kami terima dengan sistem ganti rugi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Direktur OperasionalPD. Pasar Palembang Jaya, Febrianto mengatakan, pihaknya akan menurunkan tim terpadu untuk mensosialisasikan mengenai sistem sewa Pasar 16 Ilir ini. Terkait dengan keinginan para pedagang maupun pemilik yang tidak mau menyewa melainkan meminta perpanjangan HGB, jelasnya hal tersebut belum bisa dipenuhi.

Ia menjelaskan untuk memperpanjang HGB tersebut pemkot Palembang harus bekerjasama dengan pihak ketiga. Sedangkan untuk meningkatkan potensi pemasukan APBD Kota Palembang dari pasar ini harus dikelola langsung oleh PD. Pasar Palembang Jaya.

“Semua itu untuk meningkatkan potensi pemasukan APBD dari sektor retribusi pasar. PAD dari pasar ini diprediksi 30 miliar pertahun,” tutupnya sembari mengatakan tidak ada penyegelan yang dilakukan hari ini. (korankito.com/ria)