Pecahkan Titik Masalah LRT, Gubernur Urun Rembug Semua Unsur

5u6a5169

Palembang – Pembangunan jalur Light Rail Transit (LRT) yang membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II hingga Jakabaring masih menemui sejumlah kendala. Beberapa pier (tiang) LRT yang telah dibangun PT Waskita Karya  bermasalah karena memakan badan jalan. Adanya permasalahan itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan permasalahan yang bakal menghambat penyelesaian proyek LRT tersebut.

Kemarin malam, Selasa (1/11), Alex Noerdin menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak antara lain Direktur Utama PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Walikota Palembang dan pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang di Griya Agung Palembang.

“Jadi ada masalah, dari 850 pier yang dipasang, mulai zona 1 sampai 5 dari airport sampai Jakabaring ada 47 yang bermasalah,” kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat diwawancara.

Dijelaskanya, tiang LRT yang sedang dalam tahap pembangunan itu, ada sejumlah tiang yang dibangun dinyatakan memakan badan jalan. Dari 47 tiang yang bermasalah, 43 bisa dicarikan solusinya. “Nah yang 4 itu belum ketemu, itulah yang dirapatkan malam ini,” terangnya.
Rapat yang dipimpin langsung mantan Bupati Muba tersebut langsung mendapatkan solusi dengan kesepakatan bersama. “Boleh bedebat dengan hati dingin dan kepala dingin, sebab kalau ini tidak selesaikan bisa terlambat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Alex Noerdin juga meminta kepada semua pihak agar tidak ada yang saling menyalahkan. “Jadi tidak boleh saling menyalahkan, kalau mencari kesalahan berarti kesalahan semua, jadi ini ada jalan keluarnya. Alhamdulillah besok dilakukan cek ke lapangan lagi,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan & Kominfo Provinsi Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, dari 47 pier ada 43 pier yang bermasalah, tapi semua sudah diselesaikan. “Satu tiang dibongkar di P.420 yaitu disimpang Polda karena memakan badan jalan dan dibawahnya ada PDAM, dipindahkan lalu dipasang lagi,” pungkasnya. (korankito.com/rel)