Disdikpora Launching GIM

dsc_0594

Palembang – Untuk mengurangi tuna aksara pada 2018, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang launching program Gerakan Indonesia Membaca (GIM), di Kampung Literasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Rabu (2/11).

Kepala Disdikpora Kota Palembang Ahmad Zulinto mengungkapkan, program GIM itu bertujuan untuk mengurangi angka tuna aksara dan peningkatan budaya baca masyarakat sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). ‘’Kali ini Dispora Palembang menggelar pencanangan GIM dengan tajuk ‘Palembang Membaca, Palembang Berjaya’. Gelaran ini berlangsung selama dua hari sejak 2-3 November 2016,’’ ujarnya.

Ia berharap, agar membaca menjadi sebuah kebutuhan untuk mengembangkan diri menjadi masyarakat yang aktif, cerdas dan produktif.  Dengan membaca, lanjutnya, dapat membuka jendela dunia dan dengan membaca Palembang akan berjaya. Seterusnya akan terus disosialisasikan kepada masyarakat di seluruh Kota Palembang agar bermunculan TBM di tiap kecamatan di Palembang.

Sementara itu, Kepala Bidang PNF Disdikpora Palembang Bahrin mengatakan, kalau pencanangan dan launching TBM baru mulai hari ini (kemarin-red), sedangkan penunjukkannya sudah sejak bulan Februari lalu oleh Kemdikbud. Dimana semua pendanaannya dari pusat dan digelar selama dua hari untuk launchingnya. “TBM ini milik masyarakat, Jadi kami sifatnya hanya memfasilitasi, mendorong dan memotivasi. Nanti selesainya acara ini akan ada rekomendasi mengenai penganggaran untuk bantuan buku dan sarana lainnya ke TBM se-Kota Palembang,” kata Bahrin.

Sedangkan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sukarami Haiyunnedy mengatakan, harusnya ada satu TBM di setiap kelurahan. Namun, saat ini TBM yang hidup cuma di Kampung Literasi di Kelurahan Sukodadi saja. “Seharusnya TBM itu ada disetiap kelurahan, tapi ada yang eksis dan ada yang tidak. Banyak faktor yang menyebabkan TBM itu bisa eksis, antara lain di dukung oleh pemerintah dan harus ada lembaga seperti PAUD dan TK di dekat TBM. Jadi sembari mengantar anaknya ke sekolah orangtuanya dapat sekalian membaca. Secara teknis pemilihan letak TBM sangat berpengaruh bagi peningkatan minat baca,” pungkasnya. (korankito.com/eja)