Jenazah Ardiansyah Ditemukan Mengapung di Sungai Lais

img_1640

Palembang – Jenazah korban terjun bebas dari Jembatan Ampera yakni Ardiansyah (28) akhirnya berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian. Diketahui, korban Ardiansyah yang tinggal di Perumahan Kenten Indah, Perumnas, Palembang, terjun dari Jembatan Ampera, Minggu (30/10) siang.

Saat itu, korban sedang berboncengan sepeda motor dengan ayahnya izin untuk buang air ludah. Tanpa diduga, korban justru melempar helmnya dan langsung terjun ke Sungai Musi. Informasi yang dihimpun, korban diketahui baru beberapa hari selesai menjalani rehabilitasi narkoban di Bandung, Jawa Barat.

Jenazah korban ditemukan dalam keadaan mulai membusuk dan mengapung di perairan Sungai Lais atau di sekitaran markas Polair Polresta Palembang. Usai penemuan jenazah korban, polisi pun langsung membawa jenazah ke RS Bhayangkara Palembang dan menghubungi pihak keluarga.

Ditemui di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Kasat Polair Polresta Palembang Kompol Heri Lawata mengungkapkan, jika pencarian dilakukan anggotanya bersama Basarnas selama dua hari sejak korban terjun dari Jembatan Ampera, dan ditemukan dalam keadaan tewas mengapung dalam keadaan mulai membusuk dan bengkak.

“Saat ditemukan, posisi korban terlungkup dan kondisinya membengkak karena terbawa arus deras Sungai Musi. Korban saat itu pertama kali ditemukan mengapung di sekitar markas kita tadi siang, jaraknya cukup jauh dari lokasi terjun,” ungkap Heri, Selasa (1/11).

Sambung Heri, saat ini jenazah korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan autopsi. “Setelah ini jenazah kita serahkan ke tim forensik untuk mengungkap penyebab kematian korban, dan pihak keluarga kini sudah dihubungi” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Soesilo mengatakan, jika pada tubuh jenazah ditemukan obat pelangsing herbal di saku celana korban yang dimasukkan dalam botol. Bahkan, kondisi obat tersebut telah hancur diduga akibat terendam air selama dua hari.

“Saat ditemukan, ada obat pelangsing herbal di saku celananya.  Tapi sudah hancur. Sekarang autopsi masih dilakukan untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda lai dalam kematian korban,” tukasnya. (korankito.com/kardo)