Jangan Kalah Lagi !

Jpeg

Palembang – Kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 hanya tinggal delapan pekan lagi. Namun Sriwijaya FC saat ini masih mengantongi 43 poin, dan bertengger di posisi kelima. Di atasnya ada Bhayangkara FC dengan selisih satu gol di atas Laskar Wong Kito. Sedangkantop 3 dihuni oleh Madura United, Arema Cronus dan Persipura dengan perolehan poin yang sama, yakni 46 poin.

Sriwijaya FC bukan tidak pernah menjadi penghuni puncak. Usai menundukkan PSM Makassar di pekan ketujuh (18/5), Sriwijaya FC melesat naik menjadi runner up sementara. Akibat beberapa faktor, Sriwijaya FC akhirnya terombang-ambing diposisi lima puncak hingga seperti sekarang.

Meskipun bukan kompetisi resmi, setidaknya kompetisi kali ini merupakan pemanasan sejak era dibekukannya PSSI. Sehingga peta kekuatan klub tanah air tergambar jelas di liga kali ini. Namun kondisi yang demikian, Sriwijaya FC harus bersusah payah untuk naik ke peringkat atas di kompetisi yang bakal tutup dalam hitungan dua bulan lagi.

Menurut pelatih Sriwijaya FC Widodo C. Putro, salah satu faktor dari kekalahan Sriwijaya FC ialah masalah wasit. Beberapa kali Sriwijaya FC terlihat nyata dicurangi meskipun akhirnya harus dikalahkan oleh keputusan sang pengadil lapangan.

“Tim yang terbaik belum tentu tim juara. Saya punya target, tapi apakah murni kalah atau dikalahkan. Persaingan kalau sehat, kita tidak kita tidak akan berada di posisi lima besar,” ucapnya ketika diwawancarai.

Salah satu yang terlihat ialah ketika Sriwijaya FC kembali bertandang ke PSM Makassar di putaran kedua (17/10). Bola keluar yang seharusnya menjadi milik Sriwijaya FC, malah diputuskan oleh wasit Iwan Sukoco milik tuan rumah. Tak ayal, posisi bola yang terlalu dekat dengan gawang membuat Ferdinand Sinaga dengan santai mencetak gol. Para skuad Sriwijaya FC hanya bengong karena tak melakukan penjagaan. Mereka mengira itu adalah bola milik mereka sehingga mereka bersiap di posisi menyerang.

Namun Widodo tak pasrah. Ia bersama Manajemen Sriwijaya FC telah beberapa kali melayangkan ‘surat cinta’ kepada pihak Komisi Disiplin TSC 2016. Dengan respon yang nihil, eks-asisten pelatih timnas era Alfred Riedl ini mengaku kecewa dengan jajaran wasit di Indonesia.

“Mau jadi apa sepak bola kita seperti ini. Mana bisa maju, karena kompetisi ini muaranya kembali ke timnas,” tegasnya.

Namun terlepas dari masalah itu, skuad Sriwijaya FC takkan mundur. Ia akan menghadapi laga yang tersisa dengan rasa optimis. Pun demikian, laga belum usai dan kompetisi resmi akan berjalan tahun depan.

“Apapun yang terjadi kita harus optimis. Sebelum kompetisi selesai, kita tidak boleh bilang kalah. Di sepak bola apapun bisa terjadi. Mau tidak mau harus kita hadapi,” pungkasnya. (korankito.com/resha)