BI Canangkan Stop Peredaran Uang Lusuh

download-3

Palembang – Bank Indonesia (BI) perwakilan Palembang akan meluncurkan gerakan stop peredaran uang lusuh sebagai sosialisasi kepada masyarakat untuk memperlakukan uang rupiah dengan baik.

“Rencananya akan digelar pada tanggal 6 November di Kambang Iwak Family (KIF) Palembang,” kata Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, M Seto Pranoto

Ia menjelaskan peredaran uang lusuh di pasaran masih banyak. Masyarakat masih kurang memiliki kesadaran untuk menukarkan uang lusuh yang dimiliki ke bank.

Malah menukarkan kembali uang lusuh tersebut dengan orang lain bahkan ada yang sengaja membuangnya. Padahal uang tersebut masih bisa ditukarkan. “Masyarakat malas untuk tukar ke bank tukar sedikit ngantrinya berjam-jam, tapi tidak mau juga menyimpan uang lusuh itu. Uang tersebut di belanjakan lagi sehingga perputaran uang lusuh itu tetap ada di pasaran,” jelasnya.

Menurutnya, pecahan uang lusuh yang banyak di jumpai dipasaran yakni pecahan uang kecil dari 20 ribu, 10 ribu, 5 ribu dan 2 ribu.  “Pecahan 2 ribu yang paling banyak lusuhnya. Semakin banyak perputarannya di pasaran uang itu akan semakin lusuh,” katanya.

Untuk itu BI akan bekerjasama dengan hampir seluruh bank di Palembang untuk menarik peredaran uang lusuh tesebut. Dan menggantinya dengan uang baru yang layak edar.

“Kami minta bank yang ada ikut membantu masyarakat yang ingin tukarkan uang lusuhnya. Kita juga lakukan upaya-upaya lain untuk membantu masyarakat menukarkan uang lusuhnya seperti  yang jauh kita kumpulkan di tempat tempat tertentu seperti di sekolah-sekolah,” tukasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan gerakan ini merupakan gerakan Nasional dan akan dilakukan terus menerus. Gerakan ini juga untuk menggiring masyarakat dan mengajak masyarakat untuk mengedarkan uang yang layak edar.

“Uang itu akan kita tarik dan kita kembalikan ke Bank Indonesia. Supaya yang beredar itu uang yang hanya layak edar saja,” ulasnya. (korankito.com/ria)