Bisa Dipercaya

Melarikan Diri Ke Madiun, Penganiaya Istri Diciduk Polisi 

dscn1478

Palembang – Lantaran sudah melakukan penganiayaan terhadap istrinya berinisial D (27), BB (28) warga Jalan Radial, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang, Sabtu (29/10) malam.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan penangkapan pelaku bermula dari laporan korban, yang mengatakan jika sudah dianiaya oleh BB. Dari situlah pihaknya, langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

Berita Sejenis
1 daripada 3.075

“Pelaku sempat pergi membawa anak hasil pernikahan mereka berdua, ke Madiun. Sudah dua kali kita kirimkan surat pemanggilan, namun tidak kunjung datang. Jadi, kita lakukan upaya penjemputan paksa terlapor, di Madiun sana,” ucapnya saat dimintai konfirmasi, Minggu (30/10) sore.

Lanjutnya, motif penganiayaan yang dilakukan terlapor, lantaran kesal melihat istirnya D yang hendak bunuh diri, dengan cara melukai pergelangan tangannya. Dari situlah, BB gelap mata sehingga melakukan penganiayaan terhadap istrinya tersebut.

“Kalau berdasarkan pengakuan korba, dia dipukul dan ditempeleng oleh terlapor, namun, terlapor membantah hal tersebut. Maka dari itu, kita akan menyinkronkan terlebih dahulu pengakuan BB dan D, juga hasil visum mana yang bisa dijadikan patokan,” tambahnya.

Saat ini, terlapor masih dalam pemeriksaan PPA Polresta Palembang. “Untuk sementara, terlapor akan dijerat UU KDRT. Namun, untuk pasalnya kita masih dalami untuk pasal berapa yang cocok, kita masih melakukan pemeriksaan terhadap terlapor,” ujarnya.

Sementara itu, BB membantah kalau dirinya sudah melakukan penganiayaan terhadap D. Menurutnya, saat itu ia hanya mendorong istrinya tersebut hingga terjatuh.

“Saya lihat tangannya berdarah, saya tanyakan penyebabnya, tapi dia marah-marah, makanya terjadi keributan antara kami. Saya tidak memukulnya pak, hanya didorong saja,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)