Laporan Belum Diproses, Dua Korban Penganiayaan Minta Kepastian

img_1565

Palembang – Diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum TNI, dan laporan  merasa tak kunjung diproses. Membuat dua pria yang menjadi korban penganiayaan oleh belasan oknum anggota TNI ini resah.

Yakni, Aries Hidayat (34) warga komplek Kencana Damai, Blok AQ 20, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako dan Eko Wahyu Yudha (31) warga Jalan Sukawinatan, komplek Griya Satria, Blok E 15, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang ini menceritakan krinologi penganiayaan mereka kepada wartawan.

Dirinya mengaku, jika laporan yang telah dibuatnya pada tanggal 24 Oktober di Denpom II Sriwijaya hingga kini tidak ada kejelasan. Keduanya melaporkan oknum anggota TNI karena sudah dianiaya secara membabi buta oleh sekitar lima anggota TNI saat berkunjung di Novotel, Jalan R Sukamto (24/10) sekitar pukul 01.30. Dari kejadian tersebut keduanya mengalami luka lebam dibagian mata, wajah, kening dan lengan.

Menurut pengakuan Aries, kejadian penganiayaan yang dialaminya saat dirinya berkunjung ke Novotel. Saat itu dia mendengar ada orang ribut di luar hall, dirinya pun mencari sumber keributan. Namun secara tiba – tiba datanglah sekitar lima belasan orang pria berambut cepak yang diduga anggota TNI mendekati mereka.

“Waktu itu mereka ada belasan orang langsung memukuli saya sambil berkata kamu mau ikut – ikutan apa, ada yang menonjok wajah saya dan menendang tidak hanya itu mereka juga menginjak – injak saya, melihat saya dipukuli Eko menolong saya, tetapi Eko justru ikut dipukuli oleh mereka,”ucapnya.

Sementara itu, Eko Wahyu Yudha kuga mengungkapkan jika hal yang sama meninmpa dirinya, saat hendak menolong Aries, dirinya malah menjadi korban penganiayaan anggota TNI tersebut. “Kami tidak tahu salah apa kami, tiba – tiba dipukuli dan dikejar sampai ke halaman parkiran, kami langsung lari tapi masih dikejar hingga akhirnya kami melapor ke Denpom,”ujarnya.

Setelah melapor ke Denpom dan di BAP, Aries disarankan untuk visum, tapi hanya satu saja yang melakukan visum sementara Eko Wahyu Yudha tidak melakukan visum. Dengan adanya laporan keduanya, mereka berharap pihak Denpom II / 4 Palembang dapat memproses laporan mereka, hingga anggota TNI yang melakukan penganiayaan dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Mereka kan anggota TNI, kami ini orang sipil seharusnya mereka lindungi tapi sebaliknya mereka melakukan penganiayaan kepada kami orang sipil, dan mengapa mereka berkeluyuran dimalam hari padahal mereka anggota TNI,”kata dua pria ini kompak menjawab.

Sementara itu, Komandan Denpom II/4 Palembang Letkol CPM Andi Suci, saat dikonfirmasi via ponsel mengatakan, jika dirinya belum mengetahui adanya laporan tersebut, sebab dirinya baru tiba di Palembang karena satu bulan terakhir ini dirinya berada Jakarta. Dan untuk laporan tersebut, jika laporannya memang ada maka akan ditindak lanjuti.

“Saya akan check terlebih dahulu, sebab saya baru tiba di Palembang. Nanti jika memang ada laporannya, akan kita tindak lanjuti,” singkat Andi. (korankito.com/kardo)