IGI: 90 % Guru Belum Tingkatkan Kompetensi

 

received_1152183128193369Palembang – Ikatan Guru Indonesia (IGI) menggelar rapat kerja (raker) daerah pertama di Kota Palembang. Raker membahas tentang 90 persen guru belum mendapat pelatihan peningkatan kompetensi.

Untuk meningkatkan kompetensi guru, pelatihan menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan oleh instansi terkait. IGI sangat prihatin dengan kompetensi guru saat ini. Sebab dari pandangan IGI, guru di Indonesia masih sangat banyak yang belum tersentuh pelatihan peningkatan mutu profesi.

Ketua IGI Pusat Muhammad Ramli Rahim kepada Koran Kito, mengatakan, pihaknya tengah berupaya menggelar berbagai kegiatan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Guru adalah salah satu pencetak generasi yang berkualitas.

“Prosentase guru yang belum mendapat pelatihan keprofesian mencapai angka 90 persen. Berangkat dari fakta ini, IGI didirikan sebagai solusi mengatasi masalah ini,” ujarnya usai rapat kerja daerah, Minggu (30/10).

Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab tingginya angka guru yang belum mendapatkan pelatihan. Seperti adanya otonomi pelatihan yang diberikan kepada orang yang sama setiap dilakukan pelatihan. “Pelatihan memang sering dilaksanakan, namun tidak merata ke semua guru. Karena terlalu sering mengirim orang yang sama untuk pelatihan, terkadang momen pelatihan menjadi sia-sia dan hanya menjadi ajang silaturahmi antarguru tertentu yang terlalu sering dikirim untuk pelatihan,” tegasnya.

IGi sendiri telah memberikan peluang kepada guru untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, seperti satu guru satu karya tulis ilmiah (KTI), satu guru satu blok, satu guru satu inovasi, satu guru satu buku, satu guru satu animasi drawing, satu guru satu komik dan satu guru satu android.

“Ke delapan materi kanal inilah yang akan terus kami kembangkan untuk diajarkan kepada guru di berbagai kota/kabupaten di Indonesia. Untuk pelatihannya akan disesuaikan dengan kebutuhan di setiap daerah dengan tujuan peningkatan kompetensi,” tegasnya.

Hal senada ditarakan Ketua IGI Kota Palembang Kemas Ari Panji. Menurutnya, meski IGI Palembang masih seumur jagung akan terus berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai kegiatan pelatihan dan workshop.

Kemas yakin IGI bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru. “IGI Palembang dalam waktu dekat ini akan fokus untuk pelatihan dalam meningkatkan penggunaan informasi dan teknologi (IT) oleh guru dengan memanfaatkan smartphone yang berbasis Android dalam proses pembelajarannya. Selain fleksibel, program ini juga bisa membantu guru untuk menguasai IT yang masih menjadi kendala utama dalam melakukan tes ujian sertifikasi,” pungkasnya.ejak