Bisa Dipercaya

Usai Jalani Rehab Di Bandung, Ardi Terjun Ke Sungai Musi

img_20161030_172425

Palembang – Setelah menjalani rehabilitas di Kota Bandung akibat kecanduan dari Narkoba, seorang pemuda Ardiansyah (28) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke Sungai Musi dari atas Jembatan Ampera, Minggu (30/10) sekitar pukul 15.00.

Setelah melompat tersebut, tubuh pemuda yang tinggal di Komplek Perumahan Kenten Indah, Kecamatan Sako Palembang ini, belum juga ditemukan. Diduga korban meninggal dunia, dan terbawa arus Sungai Musi yang siang kemarin cukup deras tersebut.

Berita Sejenis

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

Juruparkir Todong Penumpang Bentor

1 daripada 3.070

Keluarga korban, Herman Teguh (61) mengatakan sebelum terjadi peristiwa naas tersebut, korban bersama ayahnya Ujang Sani (64) sempat berkunjung dari rumahnya yang terletak di Desa Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Lanjutnya, setelah berkunjung kerumahnya itu, keduanya hendak pulang ke kediamannya di Kenten. Kemudian, saat melintasi Jembatan Ampera korban yang dibonceng, meminta ayahnya untuk menghentikan laju sepeda motor yang dikemudikan Sani.

Masih dikatakan oleh Herman, tanpa diduga oleh Sani, Ardi turun dari atas motor dan berlari ke sisi kiri Jembatan Ampera, seraya membuang helm yang digunakannya. Korban, pun langsung melompat ke Sungai Musi, sedangkan Sani tak mampu mengejarnya lagi.

“Kejadian itu cepat sekali, jalanan lagi padat, dia meminta diberhentikan, namun ayahnya tidak mau. Lalu, korban turun, berlari ke sisi Jembatan Ampera sambil membuang helmnya, dan terjun ke Sungai Musi,” ucapnya seperti apa yang dikatakan Sani.

Erman juga mengatakan, menurut sepengetahuan dirinya, Ardiansyah baru saja selesai menjalani rehabilitasi di Kota Bandung, untuk mengobati kecanduannya terhadap narkoba jenis shabu-shabu. Dan, sempat bekerja di Perusahaan Pupuk di Kota Palembang.

“Kata ayahnya, memang berapa hari ini, korban terlihat murung dan menyendiri. Seperti menyimpan beban hidup. Dia sempat bekerja di Perusahaan Pupuk, tapi berhenti. Saya tidak tahu apa penyebabnya dia berhenti bekerja itu. Sekarang kami hanya bisa berdoa, semoga dia cepat ditemukan,” tambahnya.

Sebelum melompati dari Jembatan Ampera, Ardiansyah sendiri memiliki ciri-ciri dengan tinggi sekitar 170 cm, menggunakan kaos oblong hijau, jaket merah lengan putih, celana panjang kain dasar warna kuning, jam tangan sebelah kanan dan gelang di tangan sebelah kiri.

Sementara Kabag Ops olresta Palembang, Kompol Andi Kumara mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah Tindak Kejadian Perkara (TKP). “Anggota masih melakukan pencarian di lapangan, diduga jenazah korban terseret oleh arus,” tegasnya. (korankito.com/denny)