Ribuan Mahasiswa Kesehatan Ikuti Medicalpreneur

dsc_0311

Palembang – Sekitar 2000 mahasiswa kesehatan se-Sumatera Selatan (Sumsel) ikuti seminar motivasi nasional medicalpreneur bertajuk Saatnya Sukses Semuda Mungkin, di Dermaga Convention Center (DCC) Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (30/10).

Seminar ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, sejumlah rektor perguruan tinggi kesehatan, direktur sekolah tinggi kesehatan..

“Acaranya mandiri untuk para pemuda yang belum pernah merasakan menjadi wirausaha,”  ujar ketua penyelenggara sekaligus Manager Area Indonesian Entrepreneur Club Sumsel, Jaka Harlis Antasari.

Ia mengungkapkan, pihaknya mempromosikan seminar ini ke seluruh kampus di Sumsel sejak awal Oktober 2016. Bersama dengan anggota Entrepreneur Club Sumsel, Harlis ingin menciptakan mental anak muda untuk menjadi pengusaha, tanpa terkecuali. Untuk biaya registrasi atau pendaftaran Rp 100 ribu per peserta. Selain dapat mengikuti seminar, para peserta akan mendapat sertifikat nasional yang dikeluarkan oleh PPNI, IBI, IAI, Dinkes provinsi, mendapat e-book 24 prinsip milyader yang dicerahkan, audio dan video relaksasi belajar, serta bisa konsultasi secara online dengan Enterpreneur Club se-Indonesia. “Perawat atau tenaga medis lainnya juga memiliki kesempatan untuk menjadi pengusaha. Bahkan mereka memiliki nilai tambah, mereka bisa menjadi pengusaha yang menguasai keahlian medis,” tambahnya.

Hal senada diutarakan narasumber yang berpredikat motivator muda nomor satu di Indonesia Syafii Efendi. Dikatakannya, tujuan seminar itu untuk mengubah mindset mahasiswa dan pemuda yang hanya bertujuan untuk menjadi karyawan biasa, maupun menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Kami ingin mengajak anak muda untuk mandiri secara mental dan keuangan, kita tidak mau anak muda terjebak oleh situasi yang merugikan bangsa kita. Harapannya, anak muda dapat menjadi pengusaha yang tidak tergantung dengan cita-cita menjadi PNS saja,” kata CEO PT. Syafii Manajemen.

Lebih dalam Syafii mengulas, anak muda kekuatannya 70 persen dalam membangun bangsa. Saat ini era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah mulai berjalan, banyak pihak luar yang memasukkan tenaga kerjanya untuk bekerja di Indonesia. Jadi kali ini pihaknya ingin menguraikan peran tenaga medis dalam era MEA. “Kesehatan juga sama, transaksi uang di kesehatan tidak sedikit, itu menjadi incaran investor asing. Jadi kami berkeinginan untuk meng-upgrade mindset pemuda yang hanya bertujuan menjadi pegawai, dengan membuka wawasan mereka untuk menjadi pengusaha dan dapat membuka peluang usaha bagi pemuda lainnya,” tukasnya.

Selain itu, menurut Syafii, terutama tenaga ahli medis dari luar negeri sudah masuk dan merambah dunia kerja di Indonesia. “Jika dibiarkan, bisa-bisa mereka menjadi pembantu di negeri mereka sendiri. Pasalnya, banyaknya keluaran tenaga medis setiap tahunnya yang tidak mampu bersaing dengan  tenaga medis dari luar negeri. Dan lagi-lagi yang menjadi permasalahan adalah  kompetensi,” ungkapnya.

Syafii berpesan, ini merupakan pekerjaan rumah (PR) kita semua, bukan hanya pemerintah. “Jadi mari kita ubah mindset kita yang selama ini hanya bercita-cita menjadi PNS atau swasta, untuk menjadi pengusaha yang dapat memberikan pekerjaan kepada sesame orang Indonesia,” pungkasnya. (korankito.com/eja)