Dermaga 35 Ilir Akan Dioperasionalkan Lagi

download-2

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan kembali mengoperasionalkan Dermaga 35 Ilir. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi angkutan sungai Musi. Pengoperasionalan Dermaga 35 Ilir ini, rencananya akan dimulai November mendatang.

Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan,  PT Palembang Trading and Logistic (Patralog) selaku BUMD Pemkot Palembang akan mengelola Dermaga 35 Ilir tersebut. Potensi PAD dari retribusi angkutan sungai Musi Dermaga 35 Ilir diprediksi bisa mencapai Rp15 miliar pertahun.

“Perlu dibuka secepatnya, rencananya awal November ini. Kita yakin dari sana PAD dari angkutan sungai akan meningkat signifikan. Sasaran bukanlah penumpang perorangan, namun angkutan batubara,”ungkapnya di kantor Pemkot Palembang.

Agar target tercapai maksimal, Sudirman menjelaskan, pengelolaan PT Patralog akan bekerjasama dengan PT Penajam. Pihaknya pun meyakini, anak perusaan PT Bukit Asam tersebut mempunyai kekuatan sebagai mitra. Sebab diketahui, PT Penajam sudah memiliki Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan memiliki izin untuk penundaan parkir kapal tongkang dan pemanduan untuk pemberangkatan.

“Mitra kita ini sudah punya izin khusus. Kita tidak ada kerjasama dengan Pelindo, kalau dulu ada monopoli tapi setelah ada Permen khusus angkutan ini tidak ada monopoli lagi dari Pelindo,”terangnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pemasaran PT Patralog Suparman Roman mengatakan, jalur sungai yang selama ini dilewati kapal dan tongkang batubara dari perusahaan swasta dan perorangan belum tertib. Karena itu, perlu dimulainya pengoptimalan retribusi. Pihaknya pun mempersiapkan sarana pelayanan jasa sebagai timbal balik dari perusahaan yang membayar retribusi, yakni berupa dermaga kecil di beberapa titik Sungai Musi.

Mengenai besaran retribusi, dijelaskannya, untuk besaran pungutan retribusi masih dikaji dengan menyesuaikan jenis kapal dan kondisi Sungai Musi sendiri. Tapi retribusi bisa ditarik dari lamanya kapal bersandar di dermaga.

Suparman mencontohkan apabila satu kapal tongkang bisa ditarik Rp 1 juta saja, bisa dipastikan besarnya hasil retribusi yang didapat. “Inginnya kita 2017 sudah bisa berjalan,”cetusnya.

Diakuinya, Pelindo siap mendukung investasi dermaga maupun pemasangan rambu. Titik-titik lokasi dermaga juga akan ditentukan oleh pihak Pelindo. Adapula PT Penajam Internasional Terminal (PT Pinter) yang merupakan anak perusahaan dari PTBA juga siap membantu. Dengan sistem deviden penyertaan modal sebesar 80% PTBA dan 20% Pemkot Palembang diharapkan kerjasama itu bisa berjalan lancar. (korankito.com/ria)