Dana PSG Belum Cair, Sekolah Cari Talangan

ssc_0275

Palembang – Dana program sekolah gratis (PSG) belum cair, kepala sekolah terpaksa cari pinjaman untuk membayar gaji guru honorer. Dikarenakan minimnya anggaran pendidikan saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa menunda pembayaran dana PSG di beberapa kabupaten/kota di Sumsel. Palembang termasuk dalam salah satu kota yang belum mendapat pencairan dana PSG, tentunya hal ini akan berdampak signifikan dengan operasional sekolah. Mengingat dana PSG juga dimanfaatkan oleh beberapa sekolah untuk mencukupi biaya operasional sekolah termasuk membayar gaji guru honorer.

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Palembang Zulkarnain mengaku, keterlambatan pencairan dana PSG itu sudah sering terlambat. Bahkan dirinya sudah menandatangai MoU pencairan dana PSG sejak September 2016.

Karena keterlambatan ini, lanjutnya, pihaknya terpaksa harus mencari dana talangan sementara untuk membayar gaji guru honorer. Diakuinya, terkadang pihaknya memakai dana koperasi sekolah, bahkan memakai uang pribadinya. “Gaji guru dan pegawai honor disini (SMAN 21 Palembang) mencapai Rp 43 juta per bulan, dimana ada 31 guru honorer dan 19 pegawai honor,’’ ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk satu jam pelajaran guru honor dibayar sebesar Rp 25 ribu dan pegawai honor dibayar Rp450 ribu hingga Rp 750 ribu per bulan. ‘’Ya, kalau misalnya dana koperasi sekolah kurang, saya harus tutupi pakai uang pribadi,” paparnya, Sabtu (29/10).

Hal senada diakui oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 179 Palembang Maulina. Menurutnya, belum cairnya dana PSG untuk triwulan ketiga tentu sangat membuat resah dan kewalahan untuk mencari talangan pembayaran gaji guru honorer. Belum lagi untuk pengeluaran operasional sekolah lainnya. “Untuk sementara gaji guru honorer, terpaksa kami bayarkan menggunakan dana sekolah. Nanti, ketika dana PSG sudah cair, dana sekolah tersebut akan segera diganti,” tutur Maulina.

Ia menjelaskan, jadwal seharusnya pencairan dana PSG sudah bisa dilakukan pada awal Oktober. Namun, hingga saat ini pihak sekolah belum mengetahui kapan pastinya dana PSG akan cair. “Kami berharap semoga bisa segera dicairkan, agar tidak menghambat kinerja guru honor dan operasional sekolah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo menjelaskan, untuk dana PSG saat ini tengah dalam proses administrasi untuk pencairan. “Semuanya masih dalam proses. Mudah-mudahan, paling lambat pekan kedua November 2016 semuanya sudah bisa dicairkan. Saya berharap guru bisa bersabar dan tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (korankito.com/eja)