59 Titik Kumuh Jadi Target Kotaku

img_5456

Palembang –  Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya mengurangi wilayah kumuh yang ada di Palembang. Melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), di tahun 2019 nanti ditargetkan tak ada lagi wilayah kumuh di kota Palembang.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hardayani mengatakan, adanya launching “Kotaku” diharapkan mampu menuntaskan permasalahan  kota kumuh yang ada di kota Palembang. “Ada 59 titik kota kumuh yang ada di kota Palembang dan sebagian besar ada di kawasan Seberang Ulu,” kata dia.

Ia melanjutkan, program “Kotaku” yang berada dibawah naungan Kementrian PUCK dan PUPR akan melakukan perubahan di kawasan kota kumuh di Palembang. “Kita dukung penuh program ini dan kita targetkan 2019 sudah tak ada lagi kawasan kumuh di kota Palembang.Minimal tahun depan sudah berkurang 20 persen,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Kotaku Palembang Ahmad Yudi mengatakan, program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan program nasional untuk mengurangi luasan pemukiman kumuh yang ada di Palembang. “Sesuai target dari RPJMD Nasional, program ini diharapkan mampu mengurangi pemukiman kumuh hingga di angka 0 persen tahun 2019 mendatang,” katanya.

Untuk mensukseskan ini, lanjut Yudi, pihaknya telah mensurvey kawasan kota kumuh yang ada di kota Palembang untuk dibenahi. Dikatakannya, kawasan kota kumuh yang ada di kota Palembang yakni banyak terdapat di daerah Seberang Ulu yakni di Kertapati, Gandus dan sekitarnya.

“Kita akan bangun kawasan kumuh ini menjadi layak huni, sehingga target 2019 tak ada lagi kota kumuh melalui program Kotaku ini,” ungkap dia usai acara launching program “Kota Tanpa Kumuh” (Kotaku) di Kambang Iwak, Minggu (30/10).

Menurut Yudi, anggaran yang disiapkan untuk menata kawasan kota kumuh di Palembang sebesar Rp 20 miliar. “Ada 36 kelurahan yang akan kita benahi tahun depan dengan luasan 1700 meter yang masih kumuh,” ungkap dia.

Perbaikan atau penataan yang akan dilakukan yakni pembangunan jalan akses menuju kawasan, sanitasi rumah dan sebagainya. “Kenyataan dilapangan memang kita lihat kawasan kumuh di kota Palembang banyak yang kumuh karena banyak sampah, sanitasi tak ada, akses jalan tak mendukung dan lain sebagainya,” ungkap dia. (korankito.com/ria)