Imigrasi Palembang Deportasi 4 WN Malaysia

dscn1461Palembang-Empat warga negara asing (WNA) asal Malaysia, Lai Moy Chai (69), Yong Chee Meng (59), Tan Seng Soon (55), dan Lim Wah Seng (40) diamankan petugas Imigrasi Kelas I Palembang. Pasalnya, mereka dianggap telah menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia.

Mereka ditangkap saat bekerja di PT Bintang Agung Persada, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kini, keempat WNA tersebut, harus mendekam di sel tahanan kantor Imigrasi Palembang.

Kakanwil Kemenkumham Sumatera Selatan, Juliasman Purba didampingi Kepala Imgrasi Klas I Palembang, Barlian mengatakan, penangkapan ini dilakukan masih dalam rangkaian kegiatan Hari Dharma Karyadhika atau HUT Kemenkumham yang ke-72.
“Segala kegiatan sudah kita lakukan, salah satunya penegakan hukum. Kalau di Jakarta tempat hiburan ada yang mempekerjakan tenaga asing, kalau di Sumsel itu tidak terdeteksi. Hasilnya, lima orang berhasil kita amankan,” ucapnya.

 

Kelima WNA asal Malaysia yang diamankan Imgrasi masih menjalani pemeriksaan. Satu orang sudah diperbolehkan pulang, lantaran dokumen yang dimilikinya sudah lengkap.

“Saat diamankan mereka ini sedang bekerja di sebuah perusahaan yang ada di Kabupaten Banyuasin. Satu orang sudah kita lepas karena dokumennya lengkap. Sedangkan yang empat temannya masih kita periksa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, keempat WNA tesebut masuk ke Indonesia secara legal dengan menggunakan kunjungan sosial atau keagamaan.

“Ada 169 negara yang bebas visa untuk masuk ke Indonesia dengan tujuan sosial ataupun keagamaan. Nah, mereka berempat ini mengunakan cara itu. Tetapi, setelah masuk ke Indonesia mereka malah bekerja, itu sudah menyalagunakan izin tinggal,” katanya.

Selanjutnya, keempat WNA ini akan dipulangkan ke negara asalnya Malaysia. “Untuk yang bekerja seperti mereka tidak ada hukuman, mereka akan kita deportasi ke negara asal. Dan, akan di-blacklist hingga enam bulan ke depan, tidak boleh masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Lai Moy Chay membenarkan dirinya masuk ke Indonesi untuk bekerja di sebuah perusahaan. “Saya dari Malaysia, ke sini karena disuruh untuk mengecek mesin. Saya masuk ke Indonesia menggunakan jalur udara,” katanya.deny