KMPB Ubah Sampah Jadi Barang Bermanfaat

20161027_112136Palembang – Anggota Komunitas Masyarakat Peduli Banjir (KMPB) Kota Palembang mendapatkan sosialisasi dan belajar memanfaatkan barang bekas dari sampah plastik menjadi barang berharga. Sosialisasi ini diberikan Dinas Pekerjan Umum Bina Marga dan Pengendalian Sumber Daya Air (BM-PSDA) Kota Palembang dalam rangka pembinaan untuk komunitas agar bisa mandiri.

“Selama ini kegiatan bersih-bersih yang dilakukan oleh komunitas ini tidak memberikan benefit untuk mereka. Karena itu kegiatan pelatihan sosialisasi pemanfaatan sampah plastik ini dilaksanakan,” ungkap Kepala Dinas PU BM-PSDA, Dharma Budhy melalui Kepala Seksi Pembinaan Tekhnis Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase, Raden Ayu Marlina Sylvia, Kamis (27/10).

Ia mengatakan, pihaknya mengajarkan dan memberikan pelatihan kepada komunitas ini untuk dapat memanfaatkan sampah plastik dijadikan barang bermanfaat. Siapa sangka barang bekas sampah plastik bisa disulap menjadi barang bermanfaat.

“Ini baru teknik dasar dan barang yang mudah kita ajarkan seperti membuat cincin dan bros dari sampah plastik,” kata dia.

Menurt Marlina, pihaknya mengajak para komunitas agar tak hanya sekedar peduli terhadap lingkungan dan banjir. Namun dapat memanfaatkan barang-barang yang selama ini menjadi penyebab banjir untuk dijadikan hasil yang bermanfaat.

Diakuinya, sampah yang dihasilkan oleh Kota Palembang setiap harinya mencapai 1.100 ton per hari. Dari sekian banyak itu sampah plastik merupakan penyumbang paling banyak setiap hari. “Karena itu kita ajak mereka kalau sampah plastik ini bisa dibuat barang yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan sampah plastik merupakan sampah yang susah terurai selain itu sampah plastik juga menjadi penyebab banjir. “Apalagi saat musim hujan seperti ini selokan pasti banyak dipenuhi oleh sampah plastik,” kata dia.

Anggota komunitas ini pun aktif dalam menangani lingkungan.

Terutama di titik banjir di kota Palembang seperti di sungai buah. Dengan adanya komunitas masyarakat peduli banjir ini pemerintah terbantu saat musim hujan.

Kepala Bidang PSDA, Bastari Yusak mengatakan ada sebanyak 65 titik banjir yang ada di kota Palembang. “Dominasi titik banjir banyak di Sungai Bendung dan Sungai Buah dan sebenarnya titik banjir ini ada yang bertambah dan berkurang,” kata dia.

Untuk itu PKMPB dibentuk dan saat ini sudah ada 14 PKMB dari 16 kecamatan. “Adanya KMPB ini diharapkan mampu meminimalisir bertambahnya titik banjir,” kata dia.ria