434 PAUD Palembang Terima Bantuan

dsc_0028Palembang – Sebanyak 434 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Palembang menerima dana alokasi khusus (DAK) non-fisik melalui program Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP).

Penyerahan dana BOP kepada kepala PAUD se-Kota Palembang disaksikan langsung oleh Walikota Palembang Harnojoyo, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang Zulfan.

Acara ini juga dihadiri oleh seluruh perwakilan lembaga PAUD penerima BOP dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non-Formal (PNF) Kota Palembang di aula Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Palembang, Jumat (28/10) pagi.

Pemberian BOP ini berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) tahun 2015-2019 tentang peningkatan akses dan kualitas PAUD secara holistik dan integratif. Bantuan BOP ini dimulai sejak 2002 dengan nama Bantuan Kelembagaan PAUD, seiring dengan berjalannya waktu berubah menjadi BOP PAUD hingga saat ini.

Kabid PNF Disdikpora Palembang, Bahrin, mengatakan, program BOP untuk tingkat PAUD ini bertujuan untuk meningkatkan layanan PAUD dan memfasilitasi anak-anak usia 0-6 tahun untuk mendapatkan pendidikan secara gratis.

“Kami berharap setiap lembaga PAUD yang menerima BOP agar dapat memanfaatkan dana tersebut untuk meningkatkan pelayanan PAUD,” harapnya, usai penyerahan BOP secara simbolis.

Ada sebanyak 633 lembaga PAUD yang terdata pada data pokok pendidikan (Dapodik) pada Oktober. 2016. Sedangkan yang berhak menerima karena telah memenuhi persyaratanhanya ada 434 lembaga PAUD. “Kami berupaya agar semua lembaga PAUD dapat memenuhi syarat penerimaan BOP tahun depan. Beberapa persyaratan utama untuk mendapat BOP PAUD, yaitu lembaga harus mempunyai nomor pokok sekolah nasional (NPSN), Ijin Operasional lembaga yang masih aktif, terdata di Dapodik Paud, serta sedikitnya memiliki 12 siswa,” jelasnya.

Jumlah dan besaran BOP PAUD, lanjutnya, berdasarkan hitungan perbandingan siswa. Setiap peserta didik akan menerima dana bantuan sebesar 600 ribu rupiah per tahun dengan maksimal per lembaga menerima 36 juta rupiah per tahun.

“Dari jumlah yang diterima, setiap lembaga PAUD wajib menggunakan 50 persen dananya untuk kegiatan pembelajaran, 35 persen untuk kegiatan pendukung dan 15 persen untuk kegiatan lainnya. Semua lembaga PAUD sudah kami berikan buku petunjuk teknis (juknis) dari penggunaan dana hingga pelaporannya,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Zulfan. Menurutnya, program BOP PAUD ini untuk membantu mengurangi biaya pendidikan anak usia dini. Dimana anggarannya baru saja dimulai pada tahun 2016 ini. “Untuk PAUD diberikan dari DAK non-fisik yang dianggarkan dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Palembang dari arahan menteri dalam negeri (Mendagri) dalam bentuk hibah. Jadi, penerima BOP harus menandatangani fakta integritas bukti penerimaan BOP,” tambahnya.ejak