BNK Hanya Sanggup Bayar Enam Bulan 

harobin-mustafa

Palembang – Sekretaris Daerah (sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa mempertanyakan alasan belum dibayarnya gaji sejumlah pegawai honorer baru tahun 2016 di instansi Badan Narkotika Kota (BNK) Palembang. Pegawai honorer itu mengeluhkan belum adanya pembayaran gaji selama sembilan bulan.

“Iya harus dilihat dulu kenapa belum bisa dibayarkan. Apa tidak ada anggarannya atau bagaimana,” ungkapnya, Rabu (26/10).

Ia mengungkapkan untuk pembayaran gaji para tenaga honor daerah di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), badan maupun instansi dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang harus sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan.

Karena itu tidak bisa sembarangan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. “Karena itu sampai sekarang kita tidak lagi menerima tenaga honorer,” katanya.

Ia pun meminta SKPD, badan maupun instansi di Pemkot Palembang dalam menerima tenaga honor harus melihat kebutuhan dan anggaran terlebih dahulu. Jangan sampai tenaga honor yang masuk membludak tapi minim anggaran untuk membayar gaji mereka.

Bahkan saat ini Pemkot Palembang melalui Badan kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang akan melakukan evaluasi tenaga honor daerah ini. Hal itu untuk mengefisiensikan lagi anggaran keuangan daerah.

Sementara itu, Kepala BNK Palembang, Ismail Ishak menyayangkan adanya keluhan dari beberapa tenaga honor daerah di kantornya. Ismail menjelaskan jika tenaga honor daerah yang mengeluh merupakan tenaga kerja yang mulai bergabung di BNK Palembang saat anggaran untuk tahun 2016 sudah disahkan.

“Ada sekitar lima sampai enam orang. Surat Keputusan (SK) mereka keluar setelah anggaran 2016 disahkan dan mereka mulai masuk kerja di bulan Februari. Awalnya, sudah saya tawarkan mau langsung kerja atau nanti. Karena kalau kerja sekarang, konsekuensinya memang belum digaji karena belum ada anggarannya,”jelas Ismail.

Hanya saja, kata Ismail, setiap ada kegiatan yang ada honornya akan diberikan kepada honorer tersebut. “Sedangkan untuk gaji mereka akan dianggarkan pada ABT tahun 2016 dan itu juga sudah ada kejelasan,” ujarnya.

Namun memang tambahnya, untuk gaji tenaga honorer baru ini tidak bisa dibayarkan sesuai dengan ketentuan. Melihat dari kemampuan keuangan daerah dan anggaran untuk BNK. Pihaknya hanya mampu membayarkan gaji tenaga honorer ini selama enam bulan terhitung dari Juni sampai Desember saja.

“Mudah-mudahan bisa di bayarkan karena harus melalui proses administrasi dulu. Sudah tidak ada masalah,” tukasnya. (korankito.com/ria)