Pelda Aceng Saat Dibunuh Masih Berseragam TNI

img_1365Palembang-Kasus pembunuhan anggota TNI Pelda Aceng sangat sadis. Pelda Aceng yang bertugas di bagian Keperawatan Kesdam II Sriwijaya ini selain dibunuh oleh keempat tersangka Wawan, Edi, serta dua pelaku yang masih buron, HR dan PU, korban juga dimutilasi secara sadis, pada Jumat 20 Oktober 2016.

Hal itu ditegaskan oleh Dir Ditreskirmum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga, mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, korban dipukul hingga tewas. Karena tak mau aksi diketahui warga dan polisi, keempat pelaku memutilasi korban dengan memotong beberapa bagian tubuh seperti kedua tangan dan kaki hingga kepala.

“Aksi keempat pelaku ini sangat sadis. Sebab, para pelaku melakukan pemukulan hingga korban tewas, lalu korban dimutilasi hingga beberapa bagian. Dan itu dilakukan ketika korban masih dalam keadaan berseragam,” ungkap Daniel, Selasa (24/10).

Selain itu, Daniel juga menjelaskan, pada saat potongan tubuh korban telah dimutilasi, para pelaku tak langsung membuang jenazah korban, melainkan disimpan terlebih dahulu di sebuah bangunan yang berada di kebun mereka, tak jauh dari TKP di Desa Teluk Jaya, Kecamatan Gelumbang, Sumsel.

Para pelaku pun lalu membuang motor korban di sebuah sungai yang berada tak jauh dari kebun tersebut. Setelah disimpan kurang lebih selama dua belas jam, akhirnya jenazah koban pun dibawa ke sebuah hutan lalu dibakar, dan sisa tulang belulang korban pun dibuang untuk menghilangkan jejak pembunuhan sadis tersebut.

Daniel juga menambahkan, saat ini kedua tersangka Wawan dan Edi kini sudah ditahan di Mapolres Prabumulih. Kini pihaknya masih akan melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku lain yang keberadaannya sudah diketahui petugas.

“Kita kini sedang mengejar kedua pelaku lainnya, keberadaanya sudah kita ketahui, dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk dilakukan penangkapan. Kita sudah koordinasikan kepada anggota Polres Prabumuli dan Muara Enim untuk terus memantau keberadaan kedua pelaku. Dan kini anggota kita pun sudah bergerak,” pungkas Daniel.kardo