SMAN 4 Palembang Mulai Jalankan Program Sekolah Model

dsc_0018

Palembang – SMAN 4 Palembang mulai mengerakan program peningkatan mutu pendidikan sekolah, salah satunya dengan memilih sekolah yang akan dibinanya. Ini dilakukan setelah ditetapkannya SMAN 4 Palembang menjadi sekolah model oleh Lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Sebagai langkah awal menjalankan program sekolah model itu, sekolah yang berada di jalan Pertahanan Plaju Palembang ini sudah menunjuk lima sekolah imbasnya yang akan diberikan pemahaman akan penerapan mutu pendidikan, sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan (SNP) yang ada.

Kepala SMAN 4 Palembang, Ulung Wibowo mengatakan, pihaknya sudah menunjuk lima sekolah yang akan diimbaskannya, yakni SMAN 8, SMAN 19,SMAN 14, SMAN 6 dan SMAN 12. Semua sekolah tersebut sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi sekolah binaan.

“Kedelapan SNP yang akan difokuskan mencakup standar kompetensi kelulusan, standar proses, standar isi, standar penilian, standar PTK, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar sarpars. Semua standar inilah yang akan kami coba terapkan kepada lima sekolah imbas kami, agar mampu menjadi sekolah model di tahun depan,” ungkapnya di ruang kerjanya di SMAN 4 Palembang, Senin (23/10).

Sebelum ditunjuk sebagai sekolah model, lanjutnya, penerapan 8 SNP sudah lebih dulu kita capai. “Misalnya kompetensi lulusan yang semuanya berhasil lulus 100 persen dan hampir 50 persen alumni yang tembus ke jenjang perguruan tinggi. Walaupun, masih ada sebagian standar yang belum terpenuhi, khususnya bidang sarana dan prasarana serta infrastruktur lainnya belum maksimal. Namun, semuanya sudah tertata lebih baik terutama yang menyangkut dokumen mutu sekolah,” ujarnya.

Dalam kurun waktu dua tahun ke depan, menurut Ulung, LPMP menargetkan setiap sekolah model sudah berhasil meningkatkan mutu pendidikan yang baik. Mengingat dengan menjadi sekolah model akan mendapatkan banyak keuntunan, terutama menjadi  prioritas utama dalam pemberian program bantuan sekolah.

Selain itu ditempat berbeda, salah seorang pengamat pendidikan Sumsel, Syarwani Ahmad mengatakan, penunjukan sekolah model dengan tujuan untuk penerapan delapan SNP dalam peningkatan mutu pendidikan adalah sebuah langkah yang tepat.

Sebab, setiap sekolah model diwajibkan mengimbaskan penerapan delapan SNP kepala lima sekolah lainnya, yang harus dibina dan sekolah imbasan tersebut diharapkan dapat menjadi sekolah model juga.

“Pengawasan harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten, dalam hal ini ialah LPMP Provinsi. Jangan sampai hanya sekedar ditunjuk saja tetapi tidak ada tindak lanjutnya. Sekolah model itu harus dipastikan benar-benar menerapkan delapan standar tersebut,” tambahnya kepada awak media via telepon. (korankito.com/eja)